Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Sistem Pencernaan

Posted on: April 18, 2010


MODUL I

SKENARIO 1 : PENGALAMAN BIDAN MINARSIH

Minarsih, bidan desa yang bertugas di puskesmas terpencil terkejut melihat bayi yang baru saja lahir setelah ia memimpin partus ibu bayi tersebut. Tampak intestin yang terlihat jelas diliputi oleh selaput janin yang menggelembung pada chorda umbilicalis si bayi itu.

Minarsih segera melaporkannya kepada dokter puskesmas. Dokter tersebut menerangkan bahwa bayi ini menderita kelainan pada perkembangan saluran pencernaan yang dinamakan omphalochele. “Kita segera merujuknya ke dokter digestif, karena secara anatomi salurn pencernaan bayi ini baik,” kata dokter tersebut.

Bagaimana anda menerangkan tentang keadaan bayi ini berdasarkan pada perkembangan dan morfologinya?

Terminologi

  1. Intestin : usus
  2. Chorda dorsalis : tali pusat
  3. Omphalochele: suatu keadaan dimana visceral abdomen (organ) terletak di luar abdomen tapi masih diliputi kantung amnion
  4. Digestif : berkenaan dengan pencernaan
  5. Partus : persalinan

Define Problem

  1. Proses apa yang salah pada perkembangan saluran pencernaan sehingga menyebabkan omphalochele?
  2. Apa saja faktor yang menyebabkan omphalochele?
  3. Gejala apa yang terjadi sebelum bayi menderita omphalocele?
  4. Mengapa bayi yang terkena omphalochele saluran pencernaannya tetap baik?
  5. Apa akibat dari omphalochele?
  6. Apa indicator dokter mengatakan kalau saluran pencernannya baik secara anatomi?
  7. Secara anatomi, saluran pencernaanya baik tapi bagaimana dengan fungsi dan secara mikroskopiknya?
  8. Adakah penyakit kongenital lain selain omphalochele?

Brainstorming

  1. Usus ekstraembrional tidak kembali ke rongga abdomen sehingga tidak terjadi penutupan rongga abdomen.
  2. -     Hipertermia : meningkatnya suhu tubuh

-          Ibu mengalami obesitas sebelum hamil

-          Pengaruh obat-obatan

-          Kelainan gen (kromosom) yaitu trisomi 18

-          Prematur

-          Defisiensi asam folat

-          Ibu terinfeksi limbah-limbah pertambangan

-          Polihidroamnion : banyaknya cairan amnion

  1. LO
  2. Karena masih utuh terbungkus oleh selaput amnion
  3. -     Usus tidak terletak di tempat semestinya

-          Ususnya lebih mudah terinfeksi

  1. Dilihat dari gelungan-gelungan usus utuh atau normal secara anatomi hanya saja letaknya yang tidak sesuai
  2. Fungsi tetap baik, tetapi jika tidak segera dilakukan operasi digestif maka akan terjadi invaginasi (pelipatan) sehingga terjadi infeksi. Secara mikroskopis juga normal, karena antominya juga normal.
  3. -     Gastrochisis : usus tengah keluar dan tidak dibungkus selaput

-          Atresia esofagus : esofagus buntu

-          Atresia ani : lubang anus tidak terbentuk

-          Stenosis pilorus : penyempitan pada pilorus

-          Megacolon congenital : pembesaran usus besar

-          Hernia retrocolica : terperangkapnya bagian-bagian usus halus di belakang

Sistematik

Learning Objectives

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi saluran pencernaan
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi alat pencernaan
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi saluran pencernaan
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi alat pencernaan
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan histologi saluran pencernaan
  6. Mahasiswa mampu menjelaskan histologi alat pencernaan
  7. Mahasiswa mampu menjelaskan kelainan kongenital sistem pencernaan

LO 1 : Embriologi saluran pencernaan

Berasal dari

  • Pharyngeal gut
  • Usus sederhana depan
  • Usus sederhana tengah
  • Usus sederhana belakang

Pharyngeal gut pada minggu keempat terbentuk lengkung pharynx yang terdiri atas : jaringan mesenkim yang dipisahkan oleh celah pharynx. Bersamaan dengan itu terbentuk kantong pharynx disepanjang dinding lateral pharynx.

Lengkung pharynx, terdiri atas : bagian inti (mesoderm), bagian luar (ectoderm), dan bagian dalam (entoderm). Disamping itu inti lengkung pharynx menerima sel krista untuk membentuk unsur tulang. Mesoderm membentuk susunan otot wajah dan leher. Setiap unsur otot masing-masing lengkung membawa saraf otak tersendiri dan mempunyai unsur arteri sendiri.

Kantong Pharynx membawa 5 pasang kantong pharynx, pasangan terakhir tidak khas, sering dianggap bagian IV. Celah pharynx, banyaknya 4 buah yang menetap hanya satu dan celah pharynx yang menetap itu berkembang menjadi meatus acusticus externus.

  1. Bagian luar, ektoderm

Perkembangan Lidah

Terbentuk pada minggu keempat. Berasal dari : lengkung pertama yang membentuk corpus lingua, lengkung kedua, ketiga dan sebagian  keempat yang membentuk radix lingua, lengkung keempat yang membentuk epiglottis.  Dalam keadaan normal, pada perkembangan lidah, terjadi degenerasi sel yang luas, yang tersisa hanya  frenulum.

Perkembangan palatum

Berasal dari pasangan pertama lengkung pharynx. Pada akhir minggu keempat terdapat tonjolan maxilla dilateral dan tonjolan mandibula kaudal dari stomadeum. Tonjolan maxilla bertumbuh kemedial membentuk segmen antar maxilla yang membentuk philtrum bibir atas, unsur rahang atas yang mengandung 4 gigi seri, dan unsur palatum yang membentuk langitan primer. Langitan sekunder dibentuk oleh daun-daun langit sekunder (palatum) yang berasal dari penonjolan tonjol maxilla yang mengarah kebawah, pada sisi kiri dan kanan lidah. Pada akhirnya mencapai kedudukan horizontal diatas lidah, di anterior daun-daun palatina bersatu dengan langit primer, dan batas langit primer dan sekunder disebut foramen incisivum.

  1. Bagian dalam, entoderm

Membentuk saluran pencernaan. Mulai terbentuk pada kehidupan mudigah 7 somit (22 hari) sebagai akibat dari pelipatan mudigah kearah cephalo caudal dan lateral, sehingga rongga yang dibatasi entoderm sebagian tercakup ke dalam mudigah dan membentuk usus sederhana. Pada bagian kepala dan ekor mudigah, usus sederhana membentuk tabung buntu masing-masing : usus sederhana depan (fore gut), usus sederhana belakang (hind gut), dan diantaranya usus sederhana tengah (mid gut) yang untuk sementara tetap berhubungan dengan kandung kuning telur.

  1. Oesophagus

Ketika mudigah berumur ± 4 minggu, muncul diverticulum pada dinding ventral usus sederhana depan yang disebut (diverticulum tracheo – bronchiale). Diverticulum ini berangsur-angsur dipisahkan dari bagian dorsal fore gut melalui septum oesopago – tracheale. Dengan cara ini usus sederhana depan terbagi atas bagian ventral (primordium pernafasan), dan bagian dorsal (oesopagus).

Pada mulanya oesopagus sangat pendek, akan tetapi dengan gerak turun jantung dan paru-paru ia memanjang dengan cepat. 1/3 bagian atas otot bersifat serat lintang yang berasal dari mesenchim sekitarnya dan disarafi oleh N.X, 1/3 bagian tengah otot bersifat campuran otot lurik dan polos, dan 1/3 bagian bawah ototnya bersifat polos dan disarafi plexus splanchnicus.

  1. Lambung

Pertumbuhan lambung mulai pada minggu ke-4 sebagai suatu pelebaran usus depan yang berbentuk kumparan. Minggu-minggu berikutnya kedudukannya sangat berubah akibat perbedaan kecepatan pertumbuhan pada berbagai dindingnya dan perubahan kedudukan alat-alat disekitarnya.

Perubahan kedudukan lambung karena ia berputar sekitar sumbu memanjang dan sumbu antero posterior. Disekitar sumbu memanjang lambung melakukan putaran 90o searah jarum jam, akibatnya :  sisi kiri menghadap ke depan, sisi kanan menghadap ke belakang, n.x kiri yang semula mensarafi kiri menuju depan, dan n.x kanan yang semula mensafari kanan menuju belakang. Selama perputaran ini bagian dinding belakang lambung tumbuh lebih cepat dari bagian depannya. Hal ini mengakibatkan pembentukan : curvatura mayor dan curvatura minor.

Ujung cephalic dan kaudal lambung pada mulanya terletak digaris depan. Selama pertumbuhan, bagian kaudal atau bagian pilorus bergerak kekanan dan keatas, dan bagian cephalic atau bagian kardia kekiri dan kebawah. Dengan ini sumbu panjang lambung berjalan dari kiri dan kanan bawah. Pada tingkat perkembangan ini, lambung terikat pada dinding dorsal dan ventral tubuh melalui mesogastrium dorsale dan ventrale. Perputaran disekitar sumbu memanjang menarik mesogastrium dorsale kekiri. Dengan demikian membantu pembentukan bursa omentalis, yaitu kantong peritonium dibelakang lambung.

  1. Duodenum

Terbentuk dari bagian akhir fore gut dan bagian atas mid gut. Titik pertemuan fore gut dan mid gut ini terletak tepat distal dari tunas hati. Sementara lambung berputar, perputaran ini bersama-sama dengan tumbuhnya kaput pancreas, menyebabkan duodenum memebelok dari posisi tengahnya yang semula kea rah sisi kiri rongga abdomen. Duodenum mengambil bentuk lengkung seperti huruf “C”,  dan akhirnya terletak retroperitoneal.

  1. Usus tengah

Perkembangan usus tengah ditandai oleh cepat memanjangnya usus dan mesenteriumnya, sehingga terbentuk jerat usus primer. Pada puncaknya jerat ini tetap berhubungan dengan kandung telur melalui ductus vitellinus yang sempit. Bagian cranial jerat usus akan membentuk: bagian distal duodenum, yeyenum, dan ileum (sebahagian). Bagian caudal jerat usus akan membentuk : bagian bawah ileum, caecum, appendix, colon ascenden, 2/3 proximal colon transfersum. Perbatasan antara bagian cranial dan caudal jerat usus: ductus vitelinus tetap ada pada orang dewasa yang dikenal sebagai : diferticulum meckel dan diverticulum illeal.

Hernia phisiology

Pertumbuhan jerat usus primer sangat pesat terutama bagian cranialnya. Akibat pertumbuhan yang cepat ini dan perluasan hati yang serentak, rongga perut untuk sementara terlalu kecil untuk menampung jerat-jerat usus ini. Akibatnya jerat ini memasuki celom extra embrional dan tali pusat (hernia umbilicalis phisiologic) yang terjadi pada minggu ke enam. Bersamaan dengan pertumbuhan memanjangnya, jerat usus sederhana akan berputar disekitar poros yang dibentuk oleh A.Mesenterica superior. Perputaran terjadi 270o yang berlawanan dengan arah jam, terdiri atas: 90 o selama herniasi, 180o selama jerat usus kembali ke rongga perut. Usus besar juga cukup bertambah panjang, sedangkan yeyenum dan ileum selain bertambah panjang juga akan membentuk jerat-jerat bergelung selama perputaran.

Akhir bulan ke-3 jerat usus yang mengalami herniasi mulai kembali kedalam rongga perut. Hal ini mungkin disebabkan: menghilangnya mesonephros, berkurangnya pertumbuhan hati, dan bertambah luasnya rongga perut. Bagian proximal yeyenum merupakan bagian pertama yang masuk dan mengambil tempat disisi kiri. Jerat yang masuk berikutnya makin lama makin menetap disisi kanan. Gelembung caecum yang merupakan bagian caudal jerat usus sederhana terakhir masuk ke rongga perut. Untuk sementara terletak langsung dibawah lobus kanan hati.

Dari sini gelembung caecum bergerak turun kedalam fosa iliaca kanan, sambil membentuk: colon ascenden dan flexura hepatica. Selama proses ini ujung distal gelembung caecum membentuk sebuah diverticulum yang sempit yaitu appendix sederhana. Appendix berkembang selama penurunan colon, sehingga kedudukan terakhir terdapat: dibelakang caecum dan dibelakang colon.

  1. Usus sederhana belakang

Usus sederhana belakang membentuk: 1/3 distal colon transversum, Colon ascendens, Sigmoid, Rectum, dan Bagian atas canalis analis. Bagian usus sederhana belakang bermuara kedalam cloaka (suatu rongga yang di lapisi entoderm yang berhubungan langsung dengan entoderm permukaan). Pada pertemuan antara entoderm dan ektoderm terbentuk membrana cloacalis. Pada perkembangan selanjutnya tumbuh septum urorectal pada sudut antara alantois dan usus belakang. Sekat ini berlanjut tumbuh ke caudal sambil membagi cloaka menjadi: Sinus urogenitalis sederhana (depan) dan Canalis anorectalis (belakang).

Ketika mudigah berumur 7 minggu, septum urorectal mencapai membran cloacalis yang akan terbagi menjadi : Membran analis (dibelakang) dan Membran urogentalis (didepan). Membran analis dikelilingi oleh tonjolan-tonjolan mesenchim.

Pada minggu ke 8 selaput ini ditemukan pada dasar lekukan ektoderm yang akan menjadi lobang anus atau proktodium. Dalam minggu ke 9, membran analis koyak dan terbentuklah jalan terbuka antara rektum dan dunia luar. Bagian atas canalis analis berasal dari entoderm dan didarahi oleh A.mesenterica inferior. Bagian bawah (1/3 bawah) berasal dari ektoderm dan didarahi oleh A.pudenda interna. Pertemuan keduanya disebut linea dentata atau linea pertinatum.

Anus tidak berkembang dari entoderm akan tetapi merupakan perkembangan dari ectoderm.

  1. Bagian inti, mesoderm

Membentuk unsur otot dan peritoneum pada dinding usus.

LO 2 : Embriologi organ pencernaan

  1. Hati dan kandung empedu

Primordium hati terjadi pada pertengahan minggu ke-3 sbg pertumbuhan epitel endoderm pada ujung distal usus depan, yang akan membentuk divertikulum hepatis atau tunas hati. Karena proliferasi sel-sel yang cepat dan menembus septum transversum. Septum transversum adalah lempeng mesoderm antara rongga pericardium  dengan tangkai yolksac. Sementara itu hubungan diverticulum hepatis dengan duodenum menyempit, membentuk saluran empedu. Di bagian ventral muncul tonjolan-tonjolan kecil yang nantinya akan membentuk kantung empedu dan duct cysticus.

Perkembangan selanjutnya, epitel korda hati saling berbelit dengan vena vitelina dan vena umbilikalis membentuk sinusoid-sinusoid hati. Korda hati berdiferensiasi menjadi parenkim dan membentuk jaringan yang melapisi duct biliaris. Sel-sel hemopoitik, sel kupffer, dan sel jaringan penyambung berasal dari mesoderm septum transversum.

Setelah sel hati menginvasi seluruh septum transversum akan terbentuk omentum minus dan ligamentum falsiformis. Keduanya ini akan membentuk hubungan peritoneal antara usus depan dengan mesogastrium ventral. Permukaan hati yang berhubungan dengan diafragma tidak pernah diliputi peritoneum disebut pars afiksa hepatis. Pada minggu ke-10 berat hati 10 % dari berat badan, hal ini karena fungsi hemopoitik dan banyak sinusoid. Kegiatan ini akan berkurang pada dua bulan terakhir kehidupan janin, sehingga berat hati menjadi 5% dari berat badan.

Empedu dibentuk oleh sel hati pada minggu ke-12. Ductus cysticus dan ductus hepaticus bergabung membentuk ductus choledocus sehingga empedu dapat masuk ke saluran pencernaan dan mengeluarkan isinya yang berwarna hijau gelap. Karena perkembangan kedudukan duodenum  muara ductus choledocus bergeser dari depan ke belakang duodenum sehingga berjalan menyilang di belakang duodenum.

  1. Pankreas

Dibentuk oleh dua tunas yang berasal dari lapisan endoderm duodenum. Yakni tunas pancreas dorsal yang berada di dalam mesenterium dorsal dan tunas pancreas ventral yang berada di dekat ductus choledocus. Ketika duodenum berputar ke kanan dan membentuk huruf C, tunas pancreas ventral berada tepat di bawah dan belakang dari tunas pancreas dorsal, yang pada perkembangan selanjutnya parenkim dari masing-masing tunas ini akan menyatu.

Tunas ventral akan membentuk prosesus unsinatus dan bag bawah kaput pancreas. Tunas dorsal akan membentuk bagian-bagian kelenjar lainnya. Bagian distal saluran pancreas dorsal dan seluruh saluran pancreas ventral akan membentuk duktus pancreaticus mayor (wirsungi), sedangkan bagian proximal saluran pancreas dorsal akan membentuk duktus pankreatikus asesorius.

Duktus pankreatikus mayor dan duktus choledocus akan bermuara di duodenum papilla mayor, sedangkan duktus pankreatikus asesorius di papilla minor. Pulau-pulau lanhgerhans berkembang pada bulan ke-3 dan insulin bias disekresikan pada bulan ke-5.

LO 3 : Anatomi saluran pencernaan

Saluran pencernaan dimulai dari mulut®faring®esofagus®gaster®intestinum tenue®intestinum crassum®anus.

  1. Mulut (Oris)

Terdiri dari :

  • Vestibulum oris
  • Cavum oris

Cavum oris merupakan jalan masuk

menuju saluran pencernaan.

Cavum oris dibatasi oleh :

-       depan : gigi dan gusi

-       atas : palatum mole dan palatum durum

-       bawah : lidah

-       belakang : orofaring

Pada mulut terdapat organ-organ aksesori, seperti :

a)      Bibir, tersusun dari otot rangka (otot orbikularis oris) dan jaringan ikat. Bibir terdiri dari labium superior dan labium inferior. Jika kedua labium itu bertemu, maka terdapat rongga yang disebut dengan rima oris. Bibir berfungsi untuk menerima makanan dan berperan dalam proses bicara.

b)      Lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah/ditelan, untuk pengecapan, dan membantu proses bicara. Lidah terdiri dari tiga bagian, yaitu: apeks, dorsum, dan radiks. Yang terdapat pada lidah :

-          Frenulun lingua, yang berfungsi untuk melekatkan lidah pada dasar mulut

-          Margo lingua : pada tepi lidah

-          Sulcus medianus linguae yang membagi lidah atas bagian kiri dan kanan

-          Sulcus terminalis linguae yang memisahkan antara ±2/3 anterior lidah dan ±1/3 posterior lidah

-          Papila yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar. Papila ini ada tiga, yaitu papila filiform, papila fungiform, dan papila sircumvalata

-          Tonsil lingua yang merupakan agregasi jaringan limfoid pada 1/3 posterior lidah

-          Otot-otot ekstrinsik lidah : berawal pada tulang dan jaringan di luar lidah, berfungsi untuk pergerakan lidah

-          Otot-otot instrinsik lidah, memiliki serabut yang menghadap ke berbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain, ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah

Dorsum
Radiks
Sulcus terminalis lingus
Sulcus medialis lingua
Apeks
Margo lingua
foramen caecum lingua

c)      Kelenjar saliva : mensekresi saliva ke dalam rongga oral.

Ada tiga pasang kelenjar saliva, yaitu:

ü  Kelenjar parotis : kelenjar saliva terbesar, terletak agak ke bawah dan di depan telinga.

ü  Kelenjar submandibular : terletak di permukaan dalam pada mandibula.

ü  Kelenjar sublingua : di dasar mulut

Komposisi saliva :

ü  Serosa : 98% mengandung air dan mengandung enzim amilase serta beberapa jenis ion seperti : Na, Cl, K, dan bikarbonat.

Fungsi saliva :

ü  Melembabkan dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan dan juga melembabkan bibir dan lidah sehingga terhindar dari kekeringan.

ü  Melarutkan makanan secara kimiawi untuk pengecapan rasa.

ü  Amilase pada saliva mengurai amilum menjadi polisakarida dan maltosa (disakarida).

d)     Gigi, tersusun dalam kantong-kantong (alveolar) pada mandibula dan maksila.

Setiap barisan gigi membentuk lengkung gigi. Lengkung atas mempunyai kelengkungan yang lebih besar dari lengkung bawah, sehingga gigi atas menutup gigi bawah.

Ada dua susunan gigi :

  • Gigi primer (desiduous, gigi susu), jumlahnya 20 buah.

Terdiri dari 2 gigi seri (incisivus) yaitu medial dan lateral, 1 gigi taring (caninus) dan 2 geraham (premolar) yaitu premolar 1 dan premolar 2.

2  1  2    2  1  2

2  1  2    2  1  2

  • Gigi sekunder (gigi permanen), jumlahnya 32 buah.

Terdiri dari 2 gigi seri, 1 taring, 2 premolar dan 3 buah molar yang terdiri dari molar 1, molar 2, dan molar 3. Molar 3 biasanya tumbuh pada saat berumur 20 tahun ke atas.

3  2  1  2    2  1  2  3

3  2  1  2    2  1  2  3

  1. Faring

Basis craniinya pada C6, faring mempunyai panjang ±12 cm.

Terdiri dari :

  • Nasofaring, di belakang cavum nasi sampai palatum mole
  • Orofaring, dari palatum mole sampai epiglotis
  • Laringofaring, dari posterior epiglotis sampai esofagus
  1. Esophagus

Esofagus merupakan tuba muskular/saluran panjang, dengan panjang ±25 cm dan lebar 2,5 cm. Dimulai dari faring (C6) sampai ke lambung (T11)

Berawal dari laringofaring kemudian pada saat di dekat diafragma akan menyempit yang disebut hiatus esofagus (pada T10), kemudian melebar kembali saat mendekati gaster.

Terbagi atas : –  pars cervicalis (pendek)

-  pars thoracalis (lebih panjang)

-  pars abdominalis (pendek)

Fungsi : tempat menyalurkan makanan dari faring ke gaster melalui gerak peristaltik dan tidak mengandung enzim-enzim pencernaan.

Pembuluh darah : a. thyroidea inferior, cabang aorta thoracalis, dan a. gastrika sinistra.

  1. Lambung/gaster

Berbentuk seperti huruf J.

Berada pada bagian superior kiri rongga

abdomen di bawah diafragma.

Regia lambung :

  • Cardiac : batas antara esofagus dengan

gaster.

  • Fundus : bagian menonjol di bagian kiri

atas dari gaster

  • Corpus : badan lambung yang memenuhi

2/3 lambung. Pada corpus terdapat bagian

yang tebal disebut curvatura mayor dan

bagian yang tipis disebut curvatura minor.

  • Pilorus : bagian menyempit di ujung bawah

lambung dan membuka duodenum.

Pada gaster terdapat dua sfingter untuk mencegah aliran balik, yaitu:

  • Sfingter cardiac : batas esofagus dengan gaster
  • Sfingter pilorus : batas gaster dengan duodenum

Pada gaster terdapat dua buah insicura :

  • Incisura cardialis
  • Insicura angularis

Fiksasi Lambung

  • Yang terkuat fiksasinya adalah cardiac, sebab pars abdominalis esofagus melekat pada dinding belakang perut
  • Fiksasi lambung :

-        Omentum minus ® lig. phrenico gastricus, lig. hepato gastricus, dan lig. hepato duodenale.

-        Omentum mayus ® lig. gastrocolicum, lig. gastrolienalis, dan lig. gastrofrenika.

Fungsi lambung :

  • Penyimpanan makanan
  • Produksi kimus : masa homogen ½ cair, berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus. Nantinya mendorong makanan ke duodenum
  • Digesti protein oleh enzim pepsin
  • Produksi mukus ® pelumas
  • Absorpsi

Pembuluh nadi lambung : cabang dari trunkus coeliacus.

Cabang-cabangnya:

  1. a. gastrica sinistra : curvatura minor bagian atas
  2. a. gastrika dekstra : curvatura minor bagian bawah
  3. a. gastroepiploica sinistra : omentum mayus dan curvatura mayor
  4. a. gastroepiploica dekstra : caudal dari curvatura mayor
  5. a. gastrica brevis : curvatura mayor, pada fundus melewati ligamen gastrolienalis

Pembuluh balik : mengikuti pembuluh nadi dan bermuara :

  1. v. gastrika sinistra ® v. porta
  2. v. gastroepiploica sinistra ® v. lienalis
  3. v. gastroepiploica dekstra ® v. mesentrica superior
  4. Intestinum tenue

Merupakan tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup iliosaecal (tempat menyatu dengan usus besar.

Normalnya panjang usus besar 7 m, tapi saat bekerja panjangnya menjadi 3-5 m, diameter : 2,5 cm.

Terdiri dari :

-          duodenum : bagian terpendek (25-30 cm).

Berbentuk huruf C.

Letak retroperitoneal.

Berada di regio epigastrika dan umbilikalis.

Terdiri dari 4 bagian :

  1. Pars superior : antara pilorus dengan duodenum
  2. Pars desenden : tempat muara duktus pankreaticus dan duktus choledocus (biliaris).
  3. Pars inferior : berjalan horizontal ke kiri dan membelok ke atas
  4. Pars asenden : menuju ke arah cranial sampai fleksura duodenoyeyunalis

Perbatasan duodenum dengan yeyunum : fleksura duodenoyeyunalis.

Pembuluh nadi :

  • Arcus bagian atas : berasal dari a. gastroduodenale, di depan caput pankreas bercabang : a. gastroepiploica sinistra dan a. pancreatico duodenale superior
  • Arcus bagian bawah : berasal dari a. pancreatico duodenale inferior à a. mesenterica superior

-          Yeyunum : panjang 1-1,5 m

-          Ileum : panjang ±3,5 m dan menyatu dengan usus besar.

Beda antara yeyunum dan ileum :

ü  Dinding yeyunum lebih tebal dari ileum

ü  Pembuluh darah ileum lebih rapat dan pada ileum terdapat jaringan limfoid

Pada ileum terminal, terdapat muara yang berhubungan dengan saecum : valvula iliosaecalis.

Pembuluh darahnya adalah cabang ke-2 dari aorta abdominalis yaitu a. mesenterica superior ® a. yeyunalis dan a. ilealis.

  1. Intestinum crassum

Diameter lebih lebar, panjangnya lebih pendek, dan daya regangnya lebih besar dari usus halus.

Serabut otot longitudinal dalam muskularis eksterna membentuk 3 pita taenia coli yang menarik kolon menjadi kantong besar yaitu haustra.

Terdapat apendiks epiploica : kantong serosa berisi lemak.

Terdiri dari:

-          caecum àmuara ileum à valvula ileocaecalis à fossa iliaca dextra

-          appendix vermiformisà tabung buntu sempit berisi jaringan limfoid menonjol ke ujung saecum.

-          colon ascendens à bagian yang naik

-          colon transversum à terdapat flexura coli dextra/flexura hepatica

-          colon descendens à bagian usus besar yang turun, terdapat flexura coli sinistra/flexura sphlenica.

-          colon sigmoid berbentuk huruf S

Pembuluh darah à a. mesenterica superior dan inferior

  1. Rektum, panjang : 12 – 15 cm, berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior anus.

Pembuluh darah :

-          a. rectalis superior à cabang a. mesenterica inferior

-          a. rectalis media à a. iliaca interna

-          a. rectalis inferiorà cabang a. pudenda interna à anastomose dengan a. rectalis media

Pembuluh balik mengikuti arteri.

  1. Anus

Anus à lubang bawah canalis anal berwarna coklat kemerahan. Berkerut akibat kontraksi m. sphincter ani externa (oto lurik) dan interna (otot polos).

Pembuluh darah : cabang a. mesenterica inferior dan a. iliaca interna

LO 4 : Anatomi alat pencernaan

  1. Hepar
  • Basis/sisi lateral kanan hati meluas dekat sisi midlateral crista iliaca kanan ® menyilang iga ke 11, 10, 9, 8
  • Tekstur : lunak dan lentur
  • Batas superior : diafragma dan sisi superior lobus kanan hati setinggi iga ke-5
  • Tepi inferior yang tajam pada hati ® menyilang bidang transpylorik ± 2-3 cm di sebelah kanan garis tengah ® berada di bawah tepi costa kanan ® mudah cidera bila dinding kanan abdomen tertembus.
  • Secara nyata dibedakan atas : lobus dextra (terbesar) dan sinistra.
  • Terdapat juga lobus caudatus dan quadratus
  • facies inferior dan posterior à alur berbentuk h à fossa sagitalis sinistra à ligamen teres hepatis
  • fossa sagitalis dextra à vesica fellea dan vena cava inferior
  • seluruh hepar dikelilingi oleh capsula fibrosa, hanya sebagian ditutupi peritonium
  • porta hepatis à v. porta, ductus choledochus dan a. hepatica

Fungsi hepar :

  • membentuk dan mensekresi empedu ke dalam traktus intestinalis
  • berperan pada metabolisme yang berhubungan dengan karbohidrat, lemak, dan protein
  • menyaring darah untuk membuang bakteri dan benda asing lain yang masuk ke darah dari lumen intestinum

Ligamen hepatis :

  • ligamen falciforme : merupakan lipatan peritoneum berlapis ganda berjalan dari umbilikalis ke hepar. Berjalan ke permukaan anterior – superior kemudian membelah menjadi dua lapisan :

-        lap. Kanan : atas lig. koronarius

-        lap. Kiri : membentuk lig. triagulare kanan

  • ligamen teres hepatis : terdapat di dalam lig. falciforme yang merupakan sisa v. umbilikalis kiri. Berjalan masuk ke fisura yang terdapat pada permukaan belakang hepar dan bersatu dengan cabang v. porta dalam porta hepatis.
  • Ligamen venosus arantii merupakan sisa dukt. venosus melekat pada v. porta ® berjalan ke atas melekat pada v. cava inferior.

Pembuluh darah hepar :

  • a. hepatica communis (a. hepatica sinistra dan dextra ) : membawa darah yang kaya oksigen (mensuplay 30%)

-        berasal dari a. coelica terletak di depan foramen epipleicum (winslow). Sebelah kiri dukt. choleduchus dan depan v. porta

-        pada porta hepatis bercabang 2 yaitu :

ü  a. gastroduodenalis, bercabang : a. gastroepiploica dekstra, a. pancreatico duodenale superior, a. supra dan retroduodenale

ü  a. hepatica propria bercabang : a. gastrica dekstra, a. hepatica sinistra, a. hepatica dekstra

  • v. porta : membawa darah venosa yang kaya hasil pencernaan (mensuplay 70%)

Dibentuk oleh gabungan : v. lienalis, v. mesenterika inferior, v. mesenterika superior.

Terletak di antara kepala dan leher pada pankreas.

Terbagi atas v. porta dextra (lobus dextra) dan vena porta sinistra (lobus lainnya).

Pembuluh balik :  v. centralis à sinusoid à v. hepatica à v. cava inferior

Aliran limfe : hepar menghasilkan 1/3 – 1/2 dari seluruh cairan limfe tubuh.

Pembuluh limfe :

  • kelenjar limfe di porta hepatis
  • beberapa berjalan dari area nuda melalui diafragma ke nodi lymphoidei mediastinales posterior
  1. Vesica fellea
  • Kantong berbentuk buah pir
  • Terletak pada permukaan bawah hepar
  • panjang ± 8 cm, berisi 40-80 cc empedu
  • terdiri dari bagian:

fundus : terproyeksi di luar tepi inferior hepar

dan bersentuhan dengan dinding

anterior abdomen

corpus : melekat pada permukaan inferior,

menuju ke porta hepatis

collum : s.d. corpus

  • ditemukan ductus cysticus dan bergabung dengan ductus hepaticus menjadi ductus

choledochus

  • pembuluh darah à a.cystica à cabang hepatica dextra
  • pembuluh balik à vena cystica ® v. porta

  1. Pankreas, berbentuk huruf  j dan letaknya serong.

Merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin

Terdiri dari :

  • Caput : bagian yang melengkung
  • Collum : menyilang abdomen
  • Corpus : menyilang abdomen,

berjalan a. lienalis

  • Cauda à lien

Pada pankreas terdapat ductus pancreaticus

  1. Lien, terletak dalam iga ke 9, 10 dan 11.
  • Merupakan organ limfoid
  • Mempunyai permukaan diafragma

yang cembung dan viceral yang terbagi

tidak sama besar  oleh lambung, ginjal dan colon.

  • Hillus lienalis à pembuluh darah

à a. lienalis cabang truncus coeliacus

  • Pembuluh darah

-        A. lienalis à cabang a. coelica

® masuk melalui hillus dan bercabang

menjadi 6 pembuluh

-        v. lienalis à akan membentuk v. porta

LO 5 : Histologi saluran pencernaan

a.   histologi pencernaan atas

Histologi Saluran Pencernaan Atas :

  1. Cavum Oris

Batas/Dinding

  • Depan : Labium Oris
  • Samping : Buccae (pipi)
  • Lantai : Diafragma Oris
  • Belakang : Faucium

Cavum oris berisi lidah,gigi-geligi, dan terdapat glandula salivatorius. Di bagian dinding dalam cavum oris terdapat glandula labialis, glandula pallatina, dan glandula bucalis. Sedangkan di dalam cavum oris terdapat galndula lingualis.

  1. Labium Oris
  • Pars cutanea à –  Merupakan bibir bagian luar

-  Dilapisi oleh kulit kelanjutan kulit wajah kelenjar

-  Mempuyai folikel rambut

-  Mempunyai kelenjar sebacea

-  Mempunyai kelenjar keringat

-  Dilapisi epitel berlapis gepeng bertanduk

  • Pars marginalis à Lanjutan kulit tanpa rambut
  • Pars intermedia/rubrum labii

-     Epitel berlapis gepeng dengan sedikit keratinisasi

-     Di lamina propria terdapat banyak  tonjolan tinggi banyak mengandung   pembuluh  darah

  • Pars mucosa à-  Epitel berlapis gepeng tidak bertanduk

-  Lamina propria mengandung glandula labialis

Terdapat otot serat lintang memanjang (orbicularis oris) yang melingkari celah       bibir.

  1. Lingua

Bagian-bagian lidah :

  • Apex linguae : ujung bagian depan
  • Corpus linguae : badan lidah
  • Radix linguae : pangkal lidah

Pada lidah terdapat glandula lingualis dan  otot serat lintang di 2/3 bagian depannya. Di bagian permukaannya terdapat papilla lingualis, yang sebenarnya merupakan tonjolan membran mucosa. Terdapat beberapa papilla, yaitu :

  1. Papilla filiformis :

-          Tonjolan seperti benang, berbentuk kerucut memanjang

-          Memenuhi sebagian besar permukaan depan

-          Epitelnya tidak mengandung kuncup pengecap

-          Mempunyai lapisan tanduk

  1. Papilla Fungiformis :

-          Berada diantara papilla filliformis

-          Berbentuk seperti jamur karena memiliki tangkai sempit dan bagian atas melebar dengan permukaan licin

-          Jumlahnya lebih sedikit dari papilla filliformis

-          Mengandung sebatran kuncup pengecap pada permukaan atasnya, tersebar tak merata di antara papilla filliformis

-          Mengandung banyak pembuluh darh, sehingga memberi warna merah pada lidah

3. Papilla sirkumvalata

- Berderet-deret pada garis perbatasan depan radix linguae,berbentuk seperti V

- Permukaan atasnya licin dan dikelilingi oleh celah melingkar

- Dasar celah merupakan muara dari kelenjar serosa von ebner, kelenjar ini juga      menyekresi lipase

- Permukaan samping banyak gemma gestatoria (kuncup pengecap)

Glandula von ebner
Gemma gestatoria
  1. Papilla foliata
    1. Dentis
    1. Lipatan-lipatan pada tepi samping lidah
    2. Pada manusia bersifat rudimenter
    3. Banyak pada hewan pengerat

Terdiri dari :

  • Corona dentis, berada di atas ginggiva dan ditutupi oleh email
  • Collum dentis
  • Radix dentis, di bawahnya ditutupi oleh cementum

Lapisan gigi :

  1. Dentin

-    Bagian terbesar gigi berupa materi berkapur

-    Terdiri atas serabut kolagen tipe I, glukosaminoglikan, fosfoprotein, fosfolipid, dan garam kalsium dalam bentuk kristal hidroksiapatit

-    Matrixnya dibentuk oleh odontoblas yang berbentuk columnar

-    Endoplasmanya membentuk serat tomes/prosesus-prosesus odontoblas  yang akan memanjang seiring dengan tebalnya dentin, dan berada dalam saluran-saluran halus yang disebut tubulus dentis

-    Serat tersebut berfungsi sebagai penghantar saraf ke pulpa

- Dentin sensitif terhadap beberapa stimulus seperti panas, dingin, asam, trauma, dan semua stimulus dirasakan sebagai nyeri

  1. Email

-    Komponen paling keras dalam tubuh karena terdiri dari 96 % mineral, 1% zat organik, dan 3 % air

-    Komponen anorganiknya kristak hidrosiapatit

-    Matris email disekresi oleh ameloblas

-    Terdapar garis konsentris (garis retzius)

  1. Pulpa dentis

-    Terdiri atas jaringan ikat longgar

-    Komponen utamanya odontoblas, fibroblas, serabut kolagen halus, glikosoaminoglikan

-    Jaringan yang mengandung banyak pembuluh darah dan saraf

-    Pembuluh darah dan saraf tersebut masuk melalui foramen apikal

-    Serat pulpa sensitif terhadap nyeri

  1. Cementum

-    Menutupi akar gigi

-    Terdapat serat kolagen yang menyebar sampai ke membran periodontal : serat sharpey (penghubung gigi dan rahang)

-    Penghubung cement & gigi berbentuk granular disebut : granular tomes

-    Penghubung email % gigi disebut : interglobuler space

-    Fungsi email & cementum : untuk pelindung gigi

  1. Ligamen periodontal

Jaringan ikat fibrosadengan berkas serat kolagen yang tertanam di dalam cementum& tulang alveolar, yang berfungsi menahan gigi dengan erat dalam saku tulangnya (alveolus)

Secara umum saluran pencernaan terdiri atas 4 lapisan :

  1. Tunika mucosa
  • Epitel pelapis
  • Lamina propria : jaringan ikat longgar, banyak pembuluh darah, pembuluh limfe, serat otot polos, kadang-kadang ada kelenjar & jaringan limfoid
  • Muscularis mucosa : lapisan sirlular yang tipis & lapisan longitudinal
  1. Tunika submucosa
  • Terdiri dari jaringan ikat padat
  • Banyak pembuluh darah & pembuluh limfe, kelenjar & jaringan limfoid
  • Ada plexus meissner

3.  Tunica Muscularis

  • Mengandung sel-sel otot polos yang terbagi dalam dua lapisan, yaitu lapisan sirkular (melingkar) pada lapisan dalam dan lapisan longitudinal (memanjang) pada lapisan luar
  • Terdapat plexus mienterikus (aurbach), yang berfungsi dalam peristaltik. Plexus terdapat diantara lapisan longitudinal dan sirkular

4. Tunica adventitia/ serosa

  • Suatu lapisan tipis yang terdiri atas jaringan ikat longgar yang kaya pembuluh darah, pembuluh limfe serta jaringan lemak & epitel selapis gepeng sebagai mesotel.
  • Serosa dilapisi mesotel sedangkan adventitia tidak dilapisi oleh mesotel
  1. Esofagus

Gambaran umum :

  • Panjang sekitar 25 cm
  • Lumen kecil & tidak teratur
  • Sebagian besar berada di cavum toracicus
  • Berfungsi mengangkut makanan dari mulut

Gambaran mikroskopis :

  1. i.      Membran mucosa
  • Epitel berlapis gepeng tidak bertanduk
  • Lamina propia : jaringan pengikat longar, jaringan limfoid, ada kelenjar cardia yang menghasilkan mukus
  • Muscularis mukosa : otot polos longitudinal (paling tebal)
  1. ii.      Submucosa
  • Ada kelenjar submucosa
  • Terdapat plexus Meissner
  1. iii.      Tunica Muscularis
  • Terdapat lapisan otot, 1/3 atasnya otot lurik,1/3 tengah peralihan otot polos dan lurik, 1/3 bawahnya otot polos
  • Bagian luar longitudinal dan bagian dalam sirkular
  1. iv.      Tunika adventitia  à merupakan jaringan penyambung yang jarang
  1. Gaster

Gambaran umum :

  • Dibungkus oleh túnica serosa
  • Terdiri dari cardiac, corpus, fundus, pylorus

Struktur mikroskopis :

  • Bagian 1/2 atas untuk reservoir,gerakan peristaltik kurang
  • Bagian ½ bawah peristaltik meningkat, untuk mendorong makanan ke duodenum
  • Di bagian mucosa terdapat epitel silindris tanpa sel goblet,yang berbentuk seperti lipatan-lipatan : rugae
  • Pada rugae terdapat foveola gástrica sebagai muara glandula gástrica
  • Pada muscularis mukosa : otot polos
  • Di bagian submucosa : jaringan pengikat longar
  • Di túnica muskularis ada 3 bentuk otot, yaitu sirkular, longitudinal, obliq
  • Tunica serosa : jaringan pengikat dilapisi mesotel

Ada beberapa tipe kelenjar pada lambung

  1. Kelenjar fundus :

–        kelenjar spesifik, bentuk :

–        Tubuler bercabang

–        Bagian kelenjar :

  • Isthmus
  • Leher
  • Dasar

Terdapat 4 macam sel :

  1. Chief cell/sel principal/zymogen cell
  • Selnya berbentuk kuboid,dengan inti bulat di bagian dasar
  • Warna kebiruan, berisi butir-butir glikogen
  • Jumlahnya banyak, & besar
  • Produknya pepsinogen yang akan diubah menjadi enzim pepsin (untuk mencerna protein)
  1. Parietal cell/sel oksitik kelenjar
  • Selnya lebih besar & inti bisa dua
  • Tidak ada butir-butir sekresi
  • Sitoplasma penuh dengan mitokondria
  • Produk :
  • Asam HCl
  • Faktor intrinsic lambung untuk absorbsi vitamin B12 di ileum
  1. Mucous neck cell
  • Terdapat pada leher kelenjar
  • Berbentuk kuboid/toraks rendah
  • Inti di daerah basal
  • Warna agak pucat
  • Fungsi mengeluarkan mucin : melancarkan jalan makanan dan sebagai barier
  1. Entero-endokrin cell
  • Distribusi : tersebar di antara sel-sek eksokrin kelenjar Penampilan : terwarna khas dengan garam perak atau
  • Sel pyramidal
  • Butir-butir sekresi di daerah basal sel
  • Jenis sel:
  • Sel ECL : mengandung butir sekresi besar
  • Sel EC : mengandung butir sekresi kecil
  • Sel G : butir sekresi heterogen
  • Produk : Histamin oleh sel ECL
  • Serotonin oleh sel EC
  • Gastrin oleh sel G yang merangsang pelepasan asam
  1. Kelenjar cardia dan pylorus : kelenjar non spesifik dan menghasilkan mucus

Di bagian pylorus foveola gastrica lebih dalam & tunica muscularisnya lebih tebal

b.   histologi pencernaan bawah

  1. Intestinum Tenue (Usus Halus)

Usus halus mempunya panjang 4 – 8 meter. Usus halus dibagi menjadi 3 bagian:

    • Duodenum, merupakan bagian retroperitoneal dengan panjang 25 cm
    • Yeyunum, merupakan bagian intraperitoneal
    • ileum. , merupakan bagian intraperitoneal

Usus halus berfungsi untuk:

  • meneruskan makanan
  • membantu pencernaan dengan secret dari dindingnya
  • melanjutkan pencernaan
  • penyerapan zat-zat makanan.(rearbsorpsi)

Karena usus halus berfungsi sebagai reabsorpsi makanan, maka usus halus memerlukan perluasan permukaan. Lapisan dinding tertentu pada usus halus yang ikut dalam upaya perluasan permukaan absorbsi, adalah:

  • tingkat sel: mikrovili pada permukaan sel
microvili
  • tingkat membrana mukosa: villi intestinal

  • tingkat tela submucosa: plica circularis/ valvula kerckringi

Seperti halnya oesephagus dan gaster, usus halus juga mempunyai 4 lapisan: Lapisan mukosa, lapisan submukosa, tunika muskular, dan tunika serosa/ adventisia. Pada mucosa usus, terdiri dari beberapa bagian:

  1. a. Villi

Merupakan penjuluran dari mukosa. Mukosa tersebut terjulur ke dalam lumen. Villi ditutupi epitel selapis silindris dan lebih banyak terdapat di bagian proksimal usus halus. Pusat jaringan ikat setiap usus mengandung kapiler limfatik (lakteal), kapiler darah, dan berkas otot polos.

Sel goblet
  1. b. Plica

Merupakan penonjolan mukosa yang diikuti lapisan submukosa. Plica berjalan berpilir dan terjulur kedalam lumen usus. Plica paling berkembang pada yeyunum. Plica yang paling besar terdapat di bagian proksimal usus halus dan makin mengecil ke arah ileum. Karena dibagian tersebut sebagian besar absorbsi berlangsung. Plica terdiri dari lapisan epitel, lamina propria, muscularis mucosa, dan submucosa.

PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI
  1. c. Kripti Liberkhun

merupakan cekukan ke dalam. Ciri-ciri kripti adalah:

  • Epitel: Lanjutan epitel viili intestinal
  • Sel:   –  ½ bagian atas: sel-sel absorptif dan sel piala

-    ½ bagian bawah: sel-sel belum terdiffernsiasi, banyak mitosis

-    Bagian dasar: kelompok sel paneth berbentuk piramidal, inti bulat di bagian basal, sitoplasma bagian puncak terdiri dari butir-butir kasar

  • Lamina propria:

-          jaringan pengikat longgar yang memisahkan crypta yang berdekatan

-          jaringan pengisi villus intestinalis mengandung otot polos dari muskularis mukosa

-          mengandung jaringan limfoid

Cripty liberkhun

Pada kelenjer usus kecil terdapat sel prakembang (stem cell), beberapa sel absorptif dan sel goblet, sel paneth, dan sel enteroendokrin.

  1. Sel Absorptif
  • Sel silindris tinggi masing-masing dengan inti lonjong pada ½ bagian basal se
  • Apeks sel terdapat lapisan homogen (striated bursh border), yatu lapisan mikrovili berhimpit. mikrovili berfungsi: memperluas permukaan kontak antara permukaan usus dan makanan karena enzim yang terikat pada mikrovili mampu menghidrolisis disakarida dan dipeptida menjadi monosakarida dan asam amino. Selain itu, mikrovili juga berfungsi dalam menyerap metabolit yang dihasilkan dari proses pencernaan.
  • Tersebar diantara sel-sel absorptif
  • Tidak banyak dalam duodenum, makin banyak kearah ileum
  • Menghasilkan glikoprotein asam, untuk melindungi dan melumasi pelapis usus.
  • menghasilkan lisozim (enzim yang mencerna dinding sel beberapa bakteri) berada di dalam granul sekresi eosinofilik yang besar dari sel ini. Lisozim punya aktivasi anti bakteri dan dapat berperan dalam mengendalikan flora usus.
  • Merupaka sel epitel khusus diatas folikel limfoid dari plak peyen
  • Banyak sumur pada permukaan apikalnya
  • Invaginasi sel serta permukaan lateral oleh limfosit intraperitonela
  • Berfungsi dalam imunologi
  1. Sel Goblet
  1. Sel Paneth
  1. Sel M (Lipatan Mikro)

Bagian-bagian usus halus:

  1. a. Duodenum
  • Mucosa:  – epitel selapis torak

-    membentuk villi seperti daun dan agak lebar

-    terdapat kelenjer intestinal di dalam laminapropria

-    sel-sel goblet yang terpulas pusat

  • Submucosa:     – terdapat kelenjer Brunner yang sampai ke mukosa (sebelumnya ada di lamina propria, dan menembus lap.submucosa). kelenjer brunner merupakan ciri duodenum bagian awal karena kelenjer inin tidak terdapat pada bagian lain usus halu/ usus besar.

-    terdapat fleksus meisner

  • T.Muscularis: terdapat fleksus Aurbach (fleksus mientrikus)
  • T. Serosa: terdiri dari sel jaringan ikat, pembuluh darah, dan lemak.

Potongan Memanjang Duodenum

Glandula duodenalis Brunner

  1. b. Yeyunum
  • Mukosa: – epitel selapis torak/ pelapis dengan sel goblet

-    terdapat vili seperti lidah, panjang, dan banyak

-    lamina propria, terdiri dari jaringan limfoid difus danberkas serat otot polos mukosa muskularis.

  • Submukosa:    – bekerjasama dengan mukosa membenruk plica semicirkularis kerckringi yang tinggi, besar, dan bercabang.

-    ada sel paneth, untuk sekresi enzim didasarnya ada kripti liberkhun

  • T.Muskularis: terdiri dari otot polos sirkular dalam dan otot polos longitudinal luar yang bersatu membentuk fleksus mientrikus
  • T.Serosra: banyak terdapat sel lemak
  1. c. Ileum
  • Mukosa: – epitel: collumner

-    terdapat villi: runcing, kecil, pendek, halus, jarang, dan lebih sedikit

-    terdapat kelenjer intestinal

-    pada lamina propria, khas: nn.ll aggregati yang disebut plaque peyer (sebagian besar punya pusat germinal)

  • Submukosa
  • T.Muskularis: otot polos sirkular dalam dan longitudinal luar
  • T. serosa/adventisia

Plaque Peyer

  1. 2. Intestinum Crassum (Usus Besar)

Usus besar terdiri dari beberapa bagian: saicum, colon ascenden, colon transversum, colon descenden, dan sigmoid. Residu yang masuk ke usus besar berbentuk semi cair, saat mencapai bagian akhir usus besar, residu menjadi semisolid sebgaiamana feses pada umumnya.

Tampilan usus besar:

  1. Dari luar
  • dibagi dalam penggal-penggal yang menggembung disebut haustra
  • terdapat tiga jalar: taenia colli
  1. Dari Dalam
  • Permukaan membrana mucosa tampak licin tanpa lipatan-lipatan (tidak punya villi intestinal)
  • Sel-sel goblet pada epitel usus besar lebih banyak dibandingkan dengan usus halus.
  • Tidak mempunyai plica sirkularis
  • Kelenjer intestinal terletak lebih dalam dari usus halus. Pada kelenjer intestinal tidak terdapat sel paneth, Namun masih punya sel enteroendokrin.

Gambaran mikroskopik colon secara histologis adalah:

  1. Mukosa:
  • Berleku-lekuk oleh kelenjer intestinal, sehingga menerobos lamina propria sampai muskularis mukosa
  • Epitel pelapisselapis torak dengan sedikit mikrovili dan banyak sel goblet. Epitel ini berlanjut kedalam kelenjer intestinal.
  • Lamina propria: banyak jaringan limfoid difus (limfonodus yang lebih besar dapat menembus mukosa muskularis masuk kedalam submukosa)
  1. Submukosa
  2. T.Muskularis
  • Muscularis longitudinal pada beberapa tempat menebal, disebut taenia colli yang terdirir dari 3 pita, berbentuk seperti gunung-gunung.
  • Terdapat ganglia parasimpatis: fleksus misentrikus
  1. T. Serosa
  • Menutupi kolon transversum dan kolon sigmoid, tetapi kolon ascenden dan descenden letaknya retroperitoneal dan lapisan luar permukaan posteriornya adventisia.
  1. 3. Appendix Vermicularis
    1. Mucosa
  • Komponennya sama dengan colon
  • Kelenjer intestinal kurang berkembang
  • Jeringan limfatik banyak, berasal dari lamina propria sampai ke submucosa
  • Nnll besar dan satu-satu, disebut nnll.soltair
  • Pada lumen sering sekali terdapat masa feces (fecal mass)
  1. Submukosa
  • Sangat vaskular atau kaya pembuluh darah.
  1. T.Muskular
  • Terdiri dari lapisan otot polos sirkular dalam dan longitudinal luar
  • Terdapat fleksus misentrikus
  1. T.Serosa

  1. 4. Rektum

Struktur rektum sevara histologis hampir mirip dengan colon, yaitu mempunyai 4 lapisan mucosa, submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa.

Ciri-ciri yang paling khas pada rektum adalah:

  • Mucosa hampir sama dengan colon, tetapi cripta liberkhun makin dekat-dekat, panjang-panjang, dan sel goblet lebih banyak. Klinis: karena feses semakin keujung semakin padat/keras sehingga diperlukan pelumas yang dihasilkan oleh sel goblet sebgai penghasil mucus.
  • Terdapat lipatan longitudinal yang sementara dari submucosa-mucosa pada bagian atas rectum
  • Bagian bawah rectum, lipatannya permanen (dekat ke anus), merupakan katup pada anal kanal. Lipata ini disebut plica semilunaris/ collumna rectalis morgagni.
  • Epitel selapis torak
  1. 5. Anus

Sama halnya dengan rektum, anus juga mempunyai 4 lapisan: mukosa, submukosa, T.muskularis, dan T.Serosa/adventisia.

Ciri-ciri yang paling khas pada anus adalah:

  • Terdapat perubahan mukosa, yaitu dari epitel selapis torak menjadi epitel berlapis gepeng tidak bertanduk.
  • Kelenjer intestinal memendek
  • Lamina proprianya bersatu dengan submucosa rectum dan terdapat banyak sekali pembuluh darah yang membentuk fleksus hemoorhoidalis interna. Pada keadaan patologis bisa menjadi hemorrhoid interna. Sedangkan hemorrhoid externa berasal dari fleksus venosus eksterna.
  • Tunica muscularis circuler bertambah tebalnya menjadi sangat tebal sekali, disebut sfingter ani internus. Sedangkan lebih kebawah otot polos ini menjadi otot lurik membentuk sfingter ani eksterna. Ini memungkinkan kita dapat menahan defekasi.
  • Tunica muscularis longitudinal menipis, kemudian menghilang menjai jaringan ikat yang terletak disekitar sfingter ani eksternus.

LO 6 : Histologi alat pencernaan

GLANDULA SALIVARIUS

  • Klasifikasi berdasarkan letak:

–        Diluar cavum oris (masing-masing sepasang)

  • Glandula parotis
  • Glandula submandibularis
  • Glandula sublingualis

–        Dalam  dinding cavum oris

  • Glandula labialis
  • Glandula buccalis
  • Glandula palatina

–        Dalam cavum oris

  • Glandula lingualis
  • Klasifikasi berdasarkan  jenis sel sekretori

–        Kelenjar mukosa murni (terutama musin) : glandula palatina dan lingualis posterior

–        Kelenajr serosa murni (jernih, cair}: glandula parotis dan lingualis posterior von ebner

  • Mengandung: amilase, lisosim, peroksidase etc.

–        Kelenjar campuran serosa dan mukosa : glandula sublingualis, submandibularis, lingualis anterior, bukkalis dan labialis.

HEPAR

  • Satuan mikroskopis (3 pandangan):

–        Lobulus hepatis klasik

–        Lobulus portalis

–        Acinus hepatis

  • Komponen parenkhim:

–        Hepatosit

–        Sinusoid yang dibatasi  sel-el endoteldan sel kupffer

–        Sel perisinosuidal

LOBULUS KLASIK

  • Konsep organisasi:

–        Jaringan pengikat sebagai  batas yang jelas

  • Bentuk

–        Prismatik, poligonal. (0,7 x 2 mm)

  • Batas:

–        Dipisahkan oleh jaringan pengikat

–        Pertemuan batas menjadi trigonum kiernann atau spatium portalis atau canalis portalis, dilalui:

  • Percabangan v. Portae
  • A  et  v. Hepatica
  • Ductus biliferus
  • Organisasi lobulus:

–        Hepatosit tersusun dalam lempeng-lempeng yang teratur radier, ke pusat lobulus (v. Centralis).

  • Tiap lempeng  tersusun oleh  2 hepatosit
  • Tiap lempeng dipisahkan oleh sinusoid yang menerima darah  dari pembuluh darah di trigonum kiernann
  • Sinusoid bermuara dalam v. Centralis di pusat lobulus

LOBULUS PORTALIS

  • Konsep organisasi (mall):

–        Satuan organisasi hepar sebagai organ kelenjar, seharusnya didasarkan  bahwa pusat lobulus kelenjar merupakan ductus excretorius yang akan menyalurkan cairan empedu.

  • Bentuk:

–        Massa hepar yang berpusat pada ductus biliaris yang berada di trigonum kiernaan, sedang batas perifer  melintasi beberapa v. Centralis yang merupakan pusat lobulus klasik yang berdekatan

  • Batas:

–        Batas tidak jelas

  • Organisasi lobulus portalis

–        Mencakup beberapa bagian lobulus klasik yang berdekatan

ACINUS HEPATIS

  • Konsep (rappaport):

–        Mempunyai dasar yang sama dengan lobulus portalis, tetapi rappaport menyatakan bahwa  lobulus portalis  bukanlah unit terkecil kelenjar. Pusat unit (acinus) adalah saluran empedu yang menerima empedu langsung dari canaliculus  biliferus.

  • Bentuk:

–        Meliputi massa hepar bagian dari lobulus portalis, yang mengelilingi saluran empedu dan cabang terminal v.  Portae  (venula portae terminalis) dan a. Hepatica (cabang terminal a. Interlobularis),  yang berada pada batas  antara lobulus klasik yang berdekatan,  sebagai sumbu acinus hepatis

  • Batas fungsional:

–        Berdasarkan  perbedaan tingkat penimbunan glikogen dan lemak, serta perubahan patologik, dibedakan daerah massa hepar dari pusat: zone 1, zone 2 dan zone 3.

PASOKAN DARAH UNTUK HEPAR

  • Sumber:

–        75 % darah

  • V. Portae yang masuk melalui  porta  hepatis yang bercabang-cabang sampai trigonum kiernann  dan dalam jaringan pengikat antara lobulus klasik yang berdekatan.

–        25 % darah

  • A. Hepatica yang masuk melalui porta hepatis, bercabang menjadi a. Interlobaris, dan bercabang menjadi a. Interlobularis yang kemudian:   a. Intralobularis yang melanjutkan menjadi kapiler  atau sebagian kecil sebagai arteriola terminalis hepatis
  • Sinusoid:

–        Menampung darah

  • Yang bersumber dari v. Portae dan a. Hepatica

–        Bermuara dalam v. Centralis di pusat lobulus klasik

  • V. Centralis  bermuara dalam:

V. Sublobularis yang selanjutnya ditampung dalam v. Hepatica yang bermuara dalam v. Cava inferior.

Sinusoid hepatis

  • Batas:

–        Sel endotel

  • Berrbentuk pipih, berfenestra
  • Tidak fagositik

–        Sel kupffer

  • Berbentuk stelat dengan tonjolan-tonjolan masuk lumen sinusoid
  • Termasuk dalam keluarga fagosit, berasal dari monosit dalam darah
  • Spatium perisinusoidalis / spatium disse

–        Sel perisinusoidal:

  • 1) sel stelat, sel ito, sel penimbun lemak, sel intersti-tialis (banyak nama)

–        Diperlihatkan dengan pewarnaan khusus

–        Mirip morfologi fibroblas

–        Menimbun lemak yang mengandung vitamin a

  • 2) pit cell

–        Memiliki psedopodia

–        Fungsi belum jelas

VESICA FELLEA

  • Be ntuk & ukuran:

–        Kantong berbentuk buah jambu air, 4 cm – 10 cm

  • Volume: 40 – 70 ml
  • Kedudukan:

–        Pada cekungan permukaan bagian bawah hepar

  • Bagian-bagian

–        Corpus

–        Fundus

–        Infundibulum

–        Collum

  • Fungsi:

–        Menerima cairan empedu dari ductus hepaticus

–        Menyimpan dan memekatkan cairan empedu

Melepaskan cairan empedu ke duodenum  melalui ductus cysticus

PANCREAS

  • Kelenjar pencernaan terbesar kedua
  • Penampilan:

–        Memanjang, besar  pada caput dan mengecil pada cauda pancreatis (sebelah kiri)

  • Kedudukan:

–        Retroperitoneal  di antara kelokan duodenum

  • Ukuran:

–        Panjang: 20 – 25 cm, berat: 65 – 160 g

  • Bagian-bagian:

–        Caput pancreatis

–        Corpus pancreatis

–        Cauda pancreatis

  • Jaringan:

–        Jaringan kelenjar asiner di seluruh kelenjar pancreas

–        Tersebar pulau-pulau langerhans

JARINGAN KELENJAR PANCREAS

  • Organisasi:

–        Terbagi dalam lobulus yang dipisahkan oleh jaringan pengikat longgar tipis

  • Berisi:

–        Ductus interlobularis

–        Pembuluh darah

–        Saluran limfe dan serabut saraf

  • Lobulus tersusun oleh beberapa acinus kelenjar
  • Acinus:

–        Terbentuk oleh 40-50 sel-sel piramidal

  • Bagian basal sel penuh  dengan   r er  menempati 20% volume sel
  • Puncak sel: penuh dengan butir-butir zimogen
  • Permukaan puncak sel: sedikit mikrovili

–        Sel sentro-asiner:

  • Sel-sel ductus excretorius berbentuk gepeng yang masuk dalam acinus

–        Ductus excretorius

Epitel kuboid selapis

LO 7 : Kelainan kongenital sistem pencernaan

  1. Sindroma lengkung pertama Terjadi karena kegagalan / perkembangan abnormal lengkung pharynx pertama menyebabkan :
  • Sindroma treacher collins (Dysostosis Mandibulo Facialis)

- telinga luar abnormal

- kelainan telinga tengah dan dalam

- hipoplasia tulang pipi dan rahang bawah

- kelainan kelopak mata bawah

  • Sindroma Piere Robin
    • Hipoplasia rahang bawah
    • Palatoschizis
    • Kelainan telinga dan mata
  1. Tongue – tie = ankyloglossia

Lidah tidak bebas dari mulut

Penyebab : tidak terjadi degenerasi sel

pada dasar mulut, sehingga

lidah terikat pada dasar mulut

Dalam keadaan normal, terjadi degenerasi sel yang luas, yang tersisa hanya : FRENULUM

  1. Sumbing

Didepan foramen incisivum terjadi :

  • Sumbing bibir lateral
  • Sumbing rahang atas
  • Sumbing antara langitan primer dan sekunder

Dibelakang foramen incisivum terjadi :

-          Sumbing langit sekunder

-          Sumbing uvula

Campuran kedua sumbing diatas

Penyebab :

-          Genetik

-          Lingkungan

  1. Atresia Oesopagus & Fistula Oesophagotrachealis

Kelainan ini akibat :

  • Penyimpangan septum eosophagotracheale ke posterior
  • Faktor-faktor mekanik yang mendorong dinding dorsal usus depan sederhana ke arah anterior

Bentuk yang paling sering ditemukan:

  • Bagian proximal berakhir sebagai kantong buntu
  • Bagian distal dihubungkan dengan trachea melalui saluran sempit.
  • Bentuk lain, saluran fistula diganti oleh tali ligamentum.

Keadaan yang jarang terjadi kedua bagian bermuara kedalam trachea.

  1. Stenosis Pylorus

–        Disebabkan oleh otot-otot melingkar di daerah pylorus menebal sehingga terjadi penyempitan rongga pylorus

–        Akibatnya perjalanan makanan tersumbat sehingga anak muntah hebat dan proyektil

  1. Atresia kandung empedu
  • Pada mulanya kandung empedu merupakan alat yang berongga. Akibat proliferasi epitel yang melapisinya, kandung ini menjadi padat untuk sementara waktu. Kemudian terjadi rekanalisasi epitel, sehingga rongga tetapnya terbentuk. Bila rekanalisasi tidak terjadi, kandung empedu tetap
  • Saluran didalam dan luar hati juga mengalami perpadatan. Bila rekanalisasi tak terjadi akan terbentuk atresia. Biasanya hanya terbatas pada hanya sebagian kecil ductus choledochus. Kandung empedu dan ductus hepaticus proximal terhadap atresia sangat melebar.
  • Anak lahir akan tampak kuning yang tambah lama tambah parah.
  1. Atresia saluran empedu.
  1. Pembelahan sebagian vesica felea
  2. Bentuk ganda vesica felea
  1. Diverticula pada kandung empedu.
  2. Pancreas yang berbentuk cincin
  • Tunas pancreas terdiri atas 2 bagian yang dalam keadaan normal bersatu dan berputar disekitar duodenum, sehingga terletak dibawah tunas pancreas dorsal.
  • Kadang-kadang bagian kanan berputar secara normal tetapi bagian kiri bergeser kearah yang berlawanan. Akibatnya duodenum dikelilingi oleh pancreas yang berbentuk cincin.
  • Kelainan ini kadang-kadang menjepit duodenum dan menyebabkan penyumbatan.
  • Keadaan dimana jaringan pancreas dapat ditemukan mulai dari ujung distal oesopagus sampai puncak jerat usus sederhana.
  • Yang paling sering ditemukan pada selaput lendir lambung dan diverticulum Meckel.
  1. Pancreas heterotopik
  1. Fixasi jerat-jerat usus.

Terjadi akibat mesenterium tertekan pada dinding belakang perut dan beberapa daerah, sehingga selaput ini bersatu dengan peritonium parietal. Akbiatnya jerat-jerat usus tertentu akan melekat pada kedudukannya.

  1. Sisa-sisa ductus vitellinus.
    1. Sebagian kecil ± 2-4% ductus vitellinus tetap ada membentuk sebuah kantong pada illium (diverticulum Meckel). Pada orang dewasa, diverticulum ini terletak ± 40-60 cm dari valvula iliocaecalis, pada tepi ilium yang berhadapan dengan mesenterium.
  1. Fistula umbilicalis atau fistula vitellina.

Kadang-kadang ductus vitelina dipertahankan seluruhnya, sehingga membetuk hubungan langsung antara pusat dengan saluran pencernaan. Dalam hal ini tinja dapat keluar melalui pusat.

  1. Kista vitellina atau enterocystoma.

Kedua ujung ductus vitellinus diubah menjadi tali-tali fibrosa, sedangan bagian tengah membetuk kista yang besar. Karena tali-tali fibrosa ini melintasi rongga peritonium, jerat-jerat usus mudah terjerat disekitarnya sehingga menyebabkan tersumbat dan menimbulkan strangulasi.

  1. Omphalocele

Jerat-jerat usus gagal kembali dari tali pusat ke dalam rongga perut, akibatnya jerat-jerat tersebut tetap berada dalam coelom extraembrional dari tali pusat. Pada saat lahir herniasi jerat-jerat ini menyebabkan pembengkakan yang besar pada tali pusat dan hanya ditutupi oleh amnion.

  1. Hernia umbilicalis congenitalis

Pada kelalinan ini lapisan otot dan kulit disekitar pusat tidak ditemukan, sehingga lapisan permukaan hanya dibentuk oleh amnion.

Alat-alat dalaman kembali kedalam rongga perut, tetapi menerobos lagi keluar pada masa janin, sehingga menonjol keluar dan ditutupi oleh peritonium dan amnion tanpa kulit. Pada kasus yang berat semua alat dalaman termasuk hati ditemukan diluar rongga perut. Keadaan ini disebut eventratio viscra abdominis atau gastroschiziz.

  1. Kelainan putaran jerat usus.

Jerat usus sederhana dalam keadaan normal berputar 270o berlawanan dengan arah jarum jam. Kalau putaran hanya 90o, colon dan caecum yang mula-mula kembali akan menempati sisi kiri rongga perut. Jerat-jerat yang lain akan terletak makin kekanan.

Bila putaran jerat usus terbalik, 90o sesuai arah jarum jam. Colon transversum menyilang A.mesenterica superior.

Bahaya utama dari kelainan ini:

a. Terpilinnya jerat usus yang dapat menyebabkan belitan pada arteri, sehingga menimbulkan penyumbatan pembuluh dari jerat tersebut.

b. penyumbatan langsung jerat oleh ikatan-ikatan peritonium.

  1. Bentuk ganda saluran pencernaan.

Bentuk ganda jerat-jerat dapat terjadi dimana-mana sepanjang saluran pencernaan. Paling sering terjadi di daerah ileum yang dapat berupa :

- Diverticulum kecil

- Kista

  1. Atresia dan stenosis usus.
  • Dapat terjadi disemua tempat sepanjang jerat usus sederhana.
  • Pada atresia (tidak ada rongga sama sekali) biasanya terbentuk sekat pemisah yang tipis melintasi rongga usus.
  • Pada stenosis (penyempitan rongga) mungkin disebabkan rekanalisasi rongga yang tidak sempurna. Akibat stenosis :
  1. Peregangan bagian proximal
  2. Penyempitan bagian distal.
  • Biasanya terjadi pada duodenum dengan gejala-gejala:
  1. Duedonum proximal stenosis sangat melebar
  2. Muntah-muntah yang hebat dengan cairan berwarna empedu.
  1. Anus imperforatus dan atresia ani.

–        Pada kasus yang ringan canalis analis berakhir buntu pada membran analis yang hanya dipisahkan oleh sekat pemisah.

–        Pada kasus yang berat dapat ditemukan lapisan tebal jaringan ikat. Ini bisa disebabkan:

  • Kegagalan perkembangan lobang anus
  • Atresia recti

Proudly present by Kelompom 26-D

Fakultas Kedokteran UNAND.

Meliza Wahyuni (0910312026 )

Dian Rahma Kasir ( 0910312056 )

Rizka Aganda Fajrum (0910312084 )

Poppy Silvia (0910312112 )

Haslan Muhaimin Lubis (0910312140 )

Nola Eriza (0910313251 )

Rahmi Ramadhani (0910313211)

Dita Nelvita Sari (0910313228 )

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Online collections of Seno Gumira Ajidarma's works. Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: