Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.


“Bukan kesalahan hati ini berpadu dalam ruangmu
Bukan kesia-sia an pikir ku merangkai mimpi
Arus mengalir lembut menuntun tangan menggenggam jemari
Merangkul merapat untuk masa depan

Bukan kesalahan jika ku pilih kamu menaungi hati
Bukan kesalahan saat kau buka jendelamu dan membuat ku memanjat utk menggapaimu
Sebuah keinginan saat langkahku goyah, memintamu untuk menguatkan
Saat pundak yg ringkih ini kembali mampu menopang

I love you sayang…
Senang memilikimu, Rizka.”


Hallo sayang…
Syudah desember ketiga bersamamu
Akan banyak desember lain yang kan kita lalu bersama, puluhan desember lagi menanti kita..
Menanti cerita untuk kita goreskan dalam lembar kertas kehidupan, dimana ada namamu, namaku, nama anak kita..
Dan puluhan desember lagi, ingin kulalui bersamamu
Sampai desember terakhir hidupku ingin brsamamu selalu..
Puluhan desember lagi..
Tak sabar ingin ku tulis cerita tentangmu, tentangku, tentang kita, dan anak kita..
Puluhan desember lagi..
Akan ada aku, kamu, kita, menanti tua..
Puluhan desember lagi..
Ku harap merenta bersamamu sayang


Kau tahu
Sepertinya aku menyimpan butiran rasa saat tiap kali kau tersenyum padaku
Ku kumpulkan butir demi butir senyum yang kau tujukan untukku
Kutampung pada cawan hati yang khusus tercipta untukmu
Sepertinya butirmu terlalu banyak
Entah apa niatmu
Kenapa terus menerus bahagia saat bersamaku


Lama tak ku buka lembaran halaman blog ini
Sudah terlalu banyak laba2 bersarang di sini, ku rasa begitu..
Sepertinya aku terlalu sibuk, semenjak memasuki dunia yang disebut “hutan belantara” oleh para calon dokter seperti kami.
Genap setahun sudah kujalani hari2 sebagai dokter muda
Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu di sini
Bahkan untuk sekedar menyisihkan waktu menulispun aku sudah tak punya karena tulisanku masih seputaran ilmiah, masih seputaran pasien dan status statusnya..

Luangku ku sisihkan untuk memberi jeda pada raga
Membiarkan tubuh ini terbaring begitu saja
Sementara terkadang
Ku habiskan waktu untuk sekedar bercengkrama, nonton film, ataupun sekedar tertawa bersamanya…

Bagiku, waktu berjalan begitu cepat
Semuanya berlalu begitu cepat
Secepat Tuhan membiarkan waktuku berlalu bersamanya..


Sama seperti hari kemarin. Aku masih memandangimu tertawa atau mungkin mentertawakan aku tepat di hadapanku. Hanya saja, ada jarak sepersekian puluh senti antara ujung rambutmu dan ujung rambutku. Siapa bilang aku menyukaimu, aku hanya merasa nyaman berada sedikit lebih dekat denganmu, haa yaa.. sedikit lebih dekat. Santai saja kita bercengkrama nyaris setiap saat dengan bgitu dekat, kau pikir aku akan jatuh padamu? Haa.. mana mungkin jika masih ada hati yang menaungiku. Sementara kau? Dengan banyak pilihan hati yang mengitarimu.
Lalu, saat hati berubah arah, siapa yang salah? Aku? Kamu? Mereka?
Jika dalam film ‘ada apa dengan cinta’ mereka bilang ‘pecahkan saja kaca itu, gelas itu, biar hancur semuanya.’ Dan lalu, apa harus aku bilang ‘pecahkan saja hati ini, remukkan, biar hancur semuanya.’ Kalau begitu, siapa yg senang? Aku? Kamu? Mereka?
Bukan aku dan kamu, tapi kita, yang bersembunyi di tempurung yang sama, tempurung yang kita buat dan bentuk bersama. Entah bagaimana pengapnya udara, sampai berkali2 kita menghirup udara yang kita hembuskan bersama. Sesekali kita berontak, ingin keluar, melihat dunia luar. Bukankan bosan terperangkap dalam ruang sesempit itu, meski berdua.
Di sana ada rintik air yang jatuh dari langit, mari menunggu sejenak di bawah payung yang ku bawa, ya kita, sebentar lagi pelangi itu tiba.
Ahh ya, mana tempurung kita? Sudah pecah, yaa.. kita pecahkan!
Kenapa bersembunyi, toh kita punya jemari untuk saling menggenggam bukan? Untuk apalagi tempurung


Pada raga yang kutitipkan separuh doaku untuknya..
Andai aku bisa memberi sebutir permata
Untuk kau buatkan istana agar tak lelah aku meminta
Dan spertinya memang harus ku panjatkan doa..

Namaku Rizka..
Harap kau ingat itu
Hari ini, esok, lusa, ataupun ribuan tahun berlalu..
Yaa.. semoga tak lupa kalau namaku Rizka

Sepertinya aku lelah memaksa
Aku lelah meminta
Mungkin lebih baik menunggu
Menunggu sampai waktu memakan ubunku

Yaa.. dan aku bingung hendak menulis apa
Semuanya berkecamuk d kepala
Menyerang logika
Hingga membuatku mati rasa
Andai dunia tak selama ini berjeda…

R.A.F.


Dunia terasa terhentak tiba-tiba saat tahu bahwa karang yang kan ku terjang ternyata begitu curam, begitu tinggi berdiri
Bahkan hembasan ombak jutaan tahun pun belum tentu bisa meruntuhkannya
Ingin rasanya aku membawa palu palu pemukul jiwa, menghempas dan menerjangkannya ke sana, dan lalu, aku lelah sampai kehabisan nafas sendiri meruntuhkannya..
Mungkin memang harus menunggu milyaran tahun agar karang itu roboh sendiri
Menunggu keriput tulangku dihempas ombak dari balik sana, memedih pada mata, sampai mungkin aku menjadi buta..
Atau mungkin aku lupa pada kekuatan doa,
Ahh.. terlalu putus asa rasanya
Sampai tak tahu lagi hendak berbuat apa..
Dan lalu, aku berdiam diri menatap pada senja, yang mencibir manja, memancingku menengok, bahwa laut biru kemuning dalam riaknya..
Ahh.. mana bisa..
Karangku terlalu curam untuk ku daki
Terlalu payah ragaku melongok memanjat ke balik sana..
Aku terhiba dengan asa..
Berharap senja tak lagi datang tiba2..

R.A.F.

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.