Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

My name is Rizka. Call me IKA

Posted on: Februari 19, 2010


Apalah arti sebuah nama. Pernah denger ungkapan itu kan. Klo ga salah nih, itu ungkapan dari seorang penyair ternama Shakesspher.
Dalam Islam, sebuah nama mempunyai arti yang sangat penting. Aku pernah baca sebuah artikel Islam tentang sebuah nama, dimana di sana dikatakan bahwa ketika seseorang di hisab kelak, maka dia akan berbaris sesuai dengan namanya, dan bagi mereka yang mempunyai nama berarti indah tentu berada di barisan terdepan. Well, singkatnya nama itu penting banget.banget.banget.
Karena nama merupakan warisan orangtua yang tak ternilai harganya.
Mau tau sejarah namaku. Dulu sebelum tanggal 31 Maret 1991, ketika seorang wanita bernama Agustin mengandung, suaminya yang bernama Arlis sangat berharap jika anak yang dikandung istrinya tersebut adalah seorang laki-laki. Harapan tersebut ia realisasikan dengan cara mengumpulkan semua nama-nama untuk calon bayi laki-lakinya. Namun, tepat pada tanggal 31 Maret 1991, Allah berkehendak lain, bayi tersebut ternyata perempuan, sang suami pun bingung dan gak tau harus ngasih nama apa bayi ini. Akhirnya ia buka kembali catatan nama-nama bayi laki-laki yang telah dikumpulkannya itu. Terpilih lah sebuah nama yang menurutnya cocok jika dipakaikan pada bayi perempuannya. Rizki. Akan tetapi, sang suami masih merasa janggal dengan nama tersebut jika dilekatkan pada bayi perempuannya. Kemudian, ia berinisiatif untuk mengganti huru ‘i’ menjadi huruf ‘a’ di belakang nama tersebut. Jadilah bayi tersebut bernama Rizka.
Entah ide kreatif dari mana, sang suami menambahkan nama belakang untuk anaknya ‘Aganda Fajrum’, well, berikut penjelasan untuk nama tersebut.
AGANDA FAJRUM is……………….
AG(ustin)A(rlis)(da)ND(janiar)A(mir) FAJ(ar)RU(sli)(rah)M(ani).
Semua merupakan suatu singkatan nama :
AG untuk Agustin (nama ibuku)
A untuk Arlis (nama ayahku)
N untuk daN
D untuk Djaniar (nama nenek dari ibuku)
A untuk Amir (nama kakek dari ibuku)
FAJ untuk Fajar (waktu kelahiranku)
RU untuk Rusli (nama kakek dari ayahku)
M untuk RahMani (nama nenek dari ayahku)
Jadi secara tak langsung sebenarnya namaku hanya Rizka.

Rizka. Ika.
Bukan ‘tek jum’.

Sejak kecil orangtuaku memanggilku Rizka begitupun teman-temanku. Tapi entah kenapa, sejak SMA, tepatnya ketika di aksel. Temanku yang bernama Edry memanggilku ‘tek jum’, kata itu diambil dari nama belakangku FAJRUM, diplesetkan jadi JUM dan ditambah embel2 ‘tek’. Awalnya hanya dia yang memanggilku begitu, dan aku rasa tak ada masalah dengan itu. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mulai memanggilku ‘tek jum’, masih sama, kubiarkan semuanya, aku seolah tak menganggap panggilan itu buruk karena memang mereka yang memanggilku begitu hanya teman-temanku di aksel. Tapi lama kelamaan, (lagi-lagi) seiring berjalannya waktu, ternyata tidak hanya teman-temanku yang aksel memanggilku begitu, bahkan orang yang baru ku kenalpun memanggilku ‘tek jum’.
Aku mulai risih dan tidak menyukai panggilan itu. Ingin ku ulang semua dari awal sehingga tak ada yang memanggilku ‘tek jum’ lagi.
Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda “panggillah saudara-saudaramu dengan panggilan yang disenanginya dan jangan memanggil mereka dengan panggilan yang tidak mereka senangi karena itu akan menjadi dosa untukmu.”
Sederhana memang, tapi betapa sebuah nama sangat berarti bagiku.
Kepada teman-temanku yang masih memanggilku ‘tek jum’, semoga setelah membaca tulisanku ini, ALLAH membuka pintu hati saudara semuanya untuk memanggilku sesuai dengan nama yang diberikan oleh orang tuaku. Rizka. Ika.
Dan kepada mereka yang telah setia dan berbaik hati (memanggilku ‘Rizka’ / ‘Ika’) aku mengucapkan terimakasih. Semoga rahmat ALLAH selalu dilimpahkan untukmu wahai saudaraku.
Tulisan ini aku dedikasikan untuk orang-orang yang masih memanggilku ‘tek jum’ agar mereka tidak lagi memanggilku ‘tek jum’. Kusampaikan dalam tulisan ini bahwa demi ALLAH, aku tidak senang dipanggil ‘tek jum’. “Dan bukankah saling mengingatkan dalam kebaikan dalam Islam itu adalah mulia.” Sungguh, akupun tidak ingin membuat kalian yang memanggilku ‘tek jum’ berdosa.

kamarku, januari 2010

3 Tanggapan to "My name is Rizka. Call me IKA"

sungguh, na gak pernah manggil ika tekjum 😉

hahaha..iya..iya..thanks banget na.
ika tau sapa aja yg manggil itu dan yang gak.
^.^

Berarti sma dong nama aq Rizka & pnggilannya Ika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: