Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Terik di SMANSA

Posted on: Februari 27, 2010


6 Februari 2010. Tepat pukul 12 siang kami berlima, aku, iben, ridho, ramzy, dan joko tiba di SMAN 1 Padang. Terik memang. Tapi apa dikata. Tugas untuk memasang spanduk SITOPLASMA (Simulasi Try Out Pelajar SMA) harus terus dilakukan.
Memang 2 tahun terakhir ini Panas di kota Padang sangat berbeda, menusuk hingga ke pori-pori kulit. Huhh…benar-benar melelahkan beraktivitas di bawah terik siang Kota Padang.
Tidak mudah memang untuk memasang sapanduk berukuran 5 x 3 meter itu. Ditambah lagi persiapan dari teman2ku sangat minim. Mereka hanya membawa spanduk dan tali, tapi nyatanya setelah sampai disana, tidak hanya tali yang dibutuhkan tapi juga palu serta paku. Beruntung, SMANSA sedang melakukan pembangunan karena gempa 30 september 2009 lalu sehingga temanku tidak kesulitan mencari paku dan palu, yahh..memang mereka hanya tinggal minta pada tukang yang sedang bekerja di sana, akan tetapi, para tukang itu sedikit rese’, sehingga agak sedikit memperlama kerja kami. Para tukang itu awalnya seperti enggan membantu kami, tapi karena temanku terus mendesak akhirnya berhasil.
Waktunya untuk memasang spanduk. Sejenak kami menarik nafas dalam. Saling melirik siapa yang akan memanjat. Akhirnya pilihan jatuh pada iben, dilihat dari segi fisik, tubuhnya memang lebih tinggi dibanding yang lain dan tentu saja lebih kurus di banding yang lain (hehehehe).
Tidak semudah yang dibayangkan, sangat susah memang untuk memasang spanduk itu. 3x mengalami kegagalan dan pasang surut karena spanduknya copot lagi. Ditambah pula lokasi pemasang membuat temanku harus memanjat di areal parkir depan gedung. Yah, tau sendiri lah… SMANSA itu penuh dengan mobil parkir jadi kita agak sedikit mengalami kesulitan mendapat space untuk memanjat.
Benar-benar terik siang itu. Wajar jika temanku banyak yang kewalahan. Kulit yang gelap semakin gelap (hehehehe). Meski tak terlibat langsung dalam pemasangan spanduk itu, aku rasa keberadaanku cukup berarti, meski hanya melihat, berdiri sambil berpayungan (hihihihi). Andai aku bisa membantu, tentu akan aku bantu temanku memanjat, tapi para lelaki itu masih mulia hatinya, tak mungkin wanita disuruh bekerja, lagipula kalaupun bisa itu tak mungkin, secara postur tubuhku tidak memenuhi kriteria dalam hal panjat memanjat begitu (hehehehehehe)
Setelah mengalami suka duka selama pemasangan spanduk tersebut, kami rehat sejenak untuk sholat, dan kemudian balik ke kampus untuk makan. Teman2ku maunya makan bakso, tapi aku maunya makan nasi. Karena kalah suara akhirnya keputusan saat itu adalah makan bakso. Hiks..hiks..hiks..
Sederhana memang pengalaman di atas, tapi jika di teliti ada makna di balik semuanya. Bahwa suatu pekerjaan tak akan bisa selesai dengan sempurna tanpa adanya persiapan, komando, serta dukungan dari orang-orang terdekat. Kemauan, kerja keras, dan tanggung jawab telah dibuktikan siang itu.
Sampai saat ini, saraf otakku masih mampu mengingat dan merasakan terik panas matahari siang itu. Aku jadi berpikir tentang mereka, orang-orang yang ada di jalanan, yang nasibnya kurang beruntung dariku. Dan lagi aku teringat buruh angkat di pasaraya, dimana tubuhnya hitam legam terbakar mentari, sedangkan hasil yang mereka peroleh mungkin hanya cukup atau bahkan kurang untuk makan mereka hari itu. Ah, betapa bersyukurnya aku kepada-MU ya ALLAH. Engkau telah membuatku hadir di dunia ini dari rahim seorang wanita yang begitu bersahaja dan dibesarkan dalam keluiarga yang berkecukupan. Sungguh, jika kuhitung rahmat-MU, maka tak akan mampu aku menghitungnya.

berikut akhir dari sebuah perjuangan ……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: