Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

kardiorespirasi

Posted on: Maret 19, 2010


Blok 2 : KARDIORESPIRASI

Skenario 1 : Kisah di Hari Minggu

Pada hari Minggu pagi dengan pakaian olahraga lengkap Anton dan Rudi mahasiswa fakultas kedokteran lari bersama menyusuri jalan raya menuju ke GOR Haji Agus Salim. Mula-mula mereka lari santai, kemudian Anton mengajak Rudi untuk lari sprint, dengan tempat finish sebuah gerbang menuju stadion yang jaraknya kira-kira 1 km dari tempat berada. Mereka berlari dengan cepat, denyut jantung takikardi dan pernafasan takipnu, pakaian mereka basah dengan keringat. Karena mereka haus, mereka pergi ke warung yang ada di sekitar tempat tersebut. Anton minum air mineral, sedangkan Rudi minum air isotonik untuk mencegah dehidrasi. Setelas haus mereka hilang, Rudi dan Anton kembali berlari-lari di dalam stadion. Tetapi tak lama kemudian Anton merasa haus lagi, sehingga dia kembali membeli minuman. Sedangkan Rudi masih belum merasa haus, dia berlari lambat-lambat sambil menunggu Anton selesai minum.
Ketika dalam perjalabnan pulang, tiba-tiba sebuah sepeda motor menyenggol Rudi, sehingga dia terjatuh. Lengan kiri Rudi vulnus laceratum dan tungkai kiri mengalami ekskoriasi. Oleh karena lukanya banyak mengeluarkan darah, maka Rudi segera dibawaAnton ke RS. Sesampai di UGD, luka Rudi didebridement dan jahitan primer, tetapi masih ada darah yang merembes. Dokter menanyakan golongan darah Rudi dan riwayat gangguan hemostasis. Rudi hanya tahu golongan darahnya A, tetapi tidak tahu adanya riwayat gangguan pembekuan darah. Luka Rudi dibalut dan Dokter memberikan resep antibiotika untuk mencegah infeksi. Bagaimana anda menjelaskan kejadian yang dialami Anton dan Rudi ?

I. Terminologi
• Ekskoriasi : Luka garuk atau lecet pada kulit
• Takikardi : Kecepatan denyut jantung yang di atas normal sampai melebihi 100 denyut/menit
• Pernafasan takipnu : Kecepatan frekuensi pernapasan yang di atas normal sampai melebihi 20 kali/menit
• Debridement : Pengangkatan benda asing atau jaringan yang mati atau terkontaminasi dari atau yang dekat dengan lesi yang traumatik atau terinfeksi hingga jaringan sehat di sekitarnya terpajan.
• Vulnus laceratum : Luka robek
• Hemostasis : Mekanisme penghentian perdarahan akibat robeknya atau putusnya pembuluh darah.
• Dehidrasi : Keadaan yang diakibatkan oleh hilangnya cairan tubuh secara berlebihan.
• Jahitan primer : Jahitan untuk mempertahankan kedudukan tepi luka yang saling dihubungkan selama proses penyembuhan sehingga dapat sembuh secara primer.
• Air isotonik : Air yang mengandung ion penting bagi tubuh yang sama komposisinya dengan ion-ion yang terdapat di dalam tubuh.

II. Rumusan masalah
1. Kenapa Anton dan Rudi lari santai lalu lari sprint ?
2. Kenapa setelah berlari sprint pernafasan dan denyut jantung Rudi dan Anton takikardi & takipnu ?
3. Kenapa Rudi dan Anton haus setelah berlari ?
4. Mengapa air isotonik lebih cepat menggantikan ion tubuh dibandingkan air mineral ?
5. Mengapa darah Rudi masih merembes meskipun sudah didebridement dan dijahit primer ?
6. Apakah Rudi mengalami gangguan hemostasis ?
7. Apakah ada kaitan golongan darah dengan hemostasis ?
8. Bagaimana proses pembekuan darah ?
9. Beda komposisi air isotonik dengan air mineral ?
10. Apa saja penyebab dan bentuk gangguan hemostasis ?
11. Apa saja komposisi darah ?

III. Analisa masalah
1. Anton dan Rudi lari santai lalu lari sprint untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu agar tubuh tidak terkejut dengan perubahan yang drastis.
2. Setelah berlari sprint pernafasan dan denyut jantung Rudi dan Anton takikardi & takipnu karena jantung dan paru-paru bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi tubuh.
3. Rudi dan Anton haus setelah berlari karena kekurangan cairan tubuh yang dikeluarkan melalui keringat dan pernafasan akibat aktivitas tubuh meningkat.
4. Air isotonik lebih cepat menggantikan ion tubuh dibandingkan air mineral karena cairan yang keluar terganti cairanisotonik sehingga tubuh mengalami homeostasis (keseimbangan cairan).
5. Darah Rudi masih merembes meskipun sudah didebridement dan dijahit primer karena kemungkinan ada gangguan pembekuan darah.
6. Belum dapat dipastikan apakah Rudi mengalami gangguan hemostasis, harus dilakukan tes pembekuan darah terlebih dahulu, cara yang mudah yaitu dengan mengambil sedikit darah dan diletakkan di object glass, kemudian ambil 1 buah kaca object glass lagi dan gesek-gesekkan di atas darah tadi lihat apakah ada benang-benang fibrinnya, kemudian hitung waktu sampai ada benang fibrinnya.
7. Kemungkinan tidak ada kaitan golongan darah dengan hemostasis.
8. Proses pembekuan darah akan dijelaskan di Learning Objektif.
9. Air mineral masih dalam bentuk mineral murni, belum dalam bentuk ion-ion, sedangkan air isotonik sudah dalam bentuk ion seperti Na+,K+ ,Cl-, Ca2+ , selain itu air isotonik juga mengandung karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa yang mudah di diserap di dalam usus.
10. Penyebab dan bentuk gangguan hemostasis dijelaskan di Learning Objektif.
11. Komposisi darah dijelaskan di Learning Objektif.
V. Learning Objektif
1. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor dan proses hemostasis !
2. Mahasiswa mampu menjelaskan komposisi, sifat & fungsi darah !
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor homeostasis !
4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang mineral yang terdapat di dalam tubuh !
5. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam golongan darah !
6. Mahasiswa mampu menjelaskan zat-zat dan tempat-tempat keluarnya cairan tubuh !
7. Mahasiswa mampu menjelaskan tempat produksi sel darah !
8. Mahasiswa mampu menjelaskan pengontrolan hematopoisis !
9. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk dan gangguan hemostasis !

Pembahasan Learning Objektif :
1) Ada 13 faktor-faktor pembekuan darah :
I. Fibrinogen : Protein plasma yang disintesis dalam hati, diubah menjadi fibrin.
II. Protrombin : Protein plasma yang disintesis dalam hati, diubah menjadi trombin.
III. Tromboplastin : Lipoprotein yang dilepas jaringan rusak, mengaktivasi faktor VII untuk pembentukan trombin.
IV. Ion kalsium : Ion anorganik dalam plasma, didapat dari makanan dan tulang, diperlukan dalam seluruh tahap pembekuan darah.
V. Proakselerin : Protein plasma yang disintesis dalam hati, diperlukan untuk mekanisme ekstrinsik-intrinsik.
VI. Nomor tidak dipakai lagi : Fungsinya dipercaya sama dengan fungsi faktor V.
VII. Prokonvertin : Protein plasma yang disintesis dalam hati, diperlukan untuk mekanisme intrinsik.
VIII. Faktor antihemofilik : Protein plasma (enzim) yang disintesis dalam hati (memerlukan vitamin K) berfungsi dalam mekanisme ekstrinsik.
IX. Plasma tromboplastin : Protein plasma yang disintesis dalam hati (memerlukan vitamin K)berfungsi dalam mekanisme intrinsik.
X. Faktor Stuart-Prower : Protein plasma yang disintesis dalam hati (memerlukan vitamin K) berfungsi dalam mekanisme ekstrinsik dan intrinsik.
XI. Antiseden tromboplastin plasma : Protein plasma yang disintesis dalam hati (memerlukan vitamin K) berfungsi dalam mekanisme intrinsik.
XII. Faktor Hageman : Protein plasma yang disintesis dalam hati berfungsi dalam mekanisme intrinsik.
XIII. Faktor penstabilan fibrin : Protein yang ditemukan dalam plasma dan trombosit,hubungan silang filamen-filamen fibrin.

Proses hemostasis :
1. Kontriksi pembuluh darah
Segera setelah pembuluh darah terpotong atau pecah, rangsangan dari pembuluh yang rusak itu menyebabkan dinding pembuluh darah berkontraksi, sehingga dengan segera aliran darah dari pembuluh darah berkurang. Kontraksi terjadi akibat reflex saraf berupa rasa nyeri san spasme otot setempat.
2. Pembentukan sumbat trombosit
Trombosit membengkak, jadi lengket, dan menmpel pada serabut kolagen dinding pembuluh darah yang rusak membentuk sumbat trombosit. Jika kerusakan pembuluh darah sedikit, maka sumbatan trombosit mampu menghentikan perdarahan. Jika kerusakannya besar, maka sumbat trombosit dapat mengurangi perdarahan sampai proses pembekuan terbentuk.
3. Pembekuan darah
Bekuan mulai terbentuk dalam waktu 15-30 detik bila trauma pembuluh sangat hebat, dan dala 1-2 menit bila traumanya kecil.
Mekanisme bekuan secara umum :
 Sebagai respon terhadap robeknya pembuluh darah terjadi rangkaian reaksi kimiawi faktor pembekuan darah dan terbentuk suatu komleks substansi teraktivasi yang secara kolektif disebut aktivator protrombin.
 Aktivator protrombin mengkatalis pengubahan protrombin menjadi trombin.
 Trombin bekerja sebagai enzim untuk mengubah fibrinogen menjadi benang fibrin yang merangakai trombosit, sel darah, dan plasma untuk membentuk bekuan. Aktivator Protrombin melalui dua cara :
 Jalur ekstrinsik : dimulai dengan terjadinya trauma pada dinding pembuluh darah & jaringan sekitar.
 Pelepasan faktor jaringan
Jaringan yang luka melepaskan beberapa faktor yang disebut faktor jaringan atau tromboplastin jaringan, terutama terdiri dari fosfolipid dari membran jaringan dan dan kompleks lipoprotein yang mengandung enzim proteolitik penting.
 Aktivasi faktor X dengan peranan faktor VII dan faktor jaringan, bersamaaan dengan hadirnya ion kalsium.
 Efek dari faktor X teraktivasi membentuk aktivator protrombin, peranan faktor V
Faktor X teraktivasilah yang merupakan protease sesungguhnya yang menyebabkan pemecahan protrombin menjadi trombin. Faktor V teraktivasi sangat mempercepat kerja protease ini (umpan balik positif). Fosfolipid bekerja sebagai alat pengangkut yang mempercepat proses tersebut.
 Jalur intrinsik : berawal di dalm darah sendiri.
 Pengaktifan faktor XII teraktivasi dan fosfolipid trombositoleh darah yang terkena trauma atau kontak dengan kolagen.
 Pengaktifan faktor XI
Faktor XII teraktivasi bekerja secara enzimatik terhadap faktor XI dan juga mengaktifkannya. Reaksi ini memerlukan HMW dan dipercepat oleh prekalikrein.
 Pengaktifan faktor IX oleh faktor XI teraktivasi
Faktor XI yang teraktivasi bekerja secara enzimatik terhadap faktor IX mengaktifkannya, dengan bantuan ion calsium.

 Pengaktifan faktor X – peranan faktor VIII
Faktor IX teraktivasi, bekerja sama dengan faktor VIII teraktivasi dan dengan fosfolipid trombosit dan faktor 3 dari trombosit yang rusak, mengaktifkan faktor X.
 Kerja faktor X teraktivasi dalam pembentukan aktivator protombin, dengan peranan faktor V. Kemudian terjadi proses pembekuan secara umum.

Segera setelah terbentuk, bekuan akan beretraksi (menyusut) akibat kerja protein kontraktil dalam trombosit. Jaring-jaring fibrin dikontraksi untuk menarik permukaaan yang terpotong agar saling mendekat dan menyediakan kerangka kerja untuk perbaikan jaringan. Dan ujung-ujung pembuluh darah yang robek akan ditarik saling mendekat, sehingga memungkinkan terjadinya hemostasis. Bersamaan dengan retraksi, keluar suatu cairan yang disebut serum yaitu plasma darah tanpa fibrinogen dan faktor lain yang terlibat dalam mekanisme pembekuan.

4. Pertumbuhan jaringan ikat atau jaringan parut  proses akhir hemostasis

2.) Komposisi , sifat & fungsi darah
a) Plasma darah
Cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. Terdiri dari 92 % air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik.
 Protein plasma : Mencapai 7 % plasma , merupakan satu-satunya unsur pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Terdiri dari :
 Albumin  55-60 % protein plasma
 disintesis di hati
 bertanggung jawab untuk tekanan koloid osmotik darah

 Globulin  30 % protein plasma
 alfa dan beta globulin,disinteses di hati, berfungsi sebagai molekul pembawa lipid, beberapa hormon.
 Gama globulin diproduksi di jaringa limfoid, berfungsi dalam imunitas, ada lima jenis imunoglobulin (IgG,IgA,IgM,IgD,IgE).
 Fibrinogen 4 % protein plasma
 disintesis di hati
 komponen penting dalam pembekuan darah

 Plasma juga mengandung nutrien  asam amino, gula, lipid.
Gas darah  oksigen, carbondioksida, nitrogen
Elektrolit plasma  Na+,K+,Mg2+,Cl-,Ca++, dll
b.) Elemen pembentuk darah
 Eritrosit  jumlah pada pria 4,2-5,5 juta sel/mm3
 jumlah pada wanita 3,2-5,2 juta sel/mm3
 setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta molekul Hb
 bentuk diskus bikonkaf, bulat, lekukan sentral.
 berumur 120 hari, dibentuk di sumsum tulang.
fungsi : tranpor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan Hb terhadap oksigen dan berperan penting dalam pengaturan pH darah
 Leukosit  jumlah normal 7000-9000 /mm3
bergerak amuboid
 bersifat fagosit terutama neutrofil dan monosit
 fungsi : melindungi tubuh dari invasi benda asing, termasuk bakteri dan virus

Klasifikasi :
1. Granulosit ( mempunyai granula sitoplama)
 Neutrofil  60% jumlah sel darah putih
 memiliki granula kecil berwarna merah muda dalam sitoplasma
 nukleusnya 3-5 lobus, dihubungkan benang kromatin tipis
- fungsi : sangat fagositik, sampai di jaringan infeksi menyerang dan menghancurkan bakteri, virus, atau agens penyebab cedera lain.

 Eosinofil  1-3 % jumlah sel darah putih
 granula kasar, besar , dan berwarna oranye kemerahan
 memiliki nukleus berlobus dua
Fungsi : fagositik lemah,meningkat saat alergi .
 Basofil  1 % jumlah sel darah putih
 garnula besar, tidak beraturan, besar, tidak beraturan, berwarna keunguan sampai hitam
 nukleus seperti huruf S
 Fungsi : menyerupai sel mast, untuk meningkatkan aliran darah ke tempat cedera dan mungkin mencegah menggumpalan darah.

2. Agranulosit ( tanpa granula sitoplasma )
 Limfosit  30 % jumlah sel darah putih
 nukleus bulat, berwarna biru gelap, dikelilingi lapisan tipis sitoplasma
 berasal dari sel batang sumsum tulang merah, tetapi melanjutkan diferensiasi di organ lain
 berfungsi dalam reaksi imunologis

 Monosit 3-8 % jumlah sel darah putih
 sel darah terbesar
 nucleus besar seperti telur atau ginjal, dikelilingi sitoplasma warna keabu-abuan pucat.
 sangat fagositik, siap bermigrasi melalui pembuluh darah
 kemudian disebut sel histiosit jaringan atau makrofag tetap.

 Trombosit  jumlah 250.000-400.000/mm3
 fragmen sel tanpa nukleus, berasal dari megakariosit
 setengah ukuran sel darah merah
 sitoplasma terbungkus membran plasma
 berhubungan dengan proses koagulasi darah.
 fungsi : hemostasis dan perbaikan pembuluh robek.

3.) Faktor lingkungan eksternal yang harus dipertahankan secara homeostasis :
2. Konsentrasi molekul zat gizi
Sel memutuhkan pasokan molekul nutrien yang tepat untuk dapat menghasilkan energi yang kkemudian digunakan untuk menunjang aktivitas tubuh, jika zat gizi tidak cukup akan mengganggu kestabilan tubuh.
2. Konsentrasi Oksigen dan karbondioksida
Jika oksigen kurang dalam tubuh,Hb juga akan berkurang. Dan jika karbondioksida tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan keasaman di lingkungan internal, dan bisa sesak nafas.
3. Konsentrasi zat sisa
Berbagai reaksi kimia menghasilkan produk akhir yang berfek toksik bila tertimbun melebihi batas tubuh.
4. PH, PH darah sekitar 7,3-7,4
5. Konsentrasi air, garam , dan elektrolit
6. Suhu, sel akan berfungsi lambat dalam suhu rendah dan akan merusak protein jika dalam suhu tinggi.
7. Volume dan tekanan plasma harus dipertahankan agar penghubung vital antara sel dan lingkungan eksternal dapat terdistribusi ke seluruh tubuh.

7 Tanggapan to "kardiorespirasi"

wow, mntap bgt PBL nya.

ada yg lain lagi ngak…??

semoga kamu selalu di berikan rahmat oleh-Nya..

amiinn…

sebenarnya sih ada,, ntar kalo sempat aku upload lagi pbl yang lainnya..

assalamualaikum.
lanjutan ini ada ga?
yg ttg embriologi,histologi,sama anatominya jantung,pembuluh darah,pembuluh limfe.
makasi bgt sebelumnya.
saya perlu sekali. ><

udah ada kok sekrang.. liat aja di kardirespirasi (tambahan).. cuma itu yg ada..semoga bisa membantu ya.

thanks atas infonya ttg jumlah sel eritrosit, leukosit, dan trombosit. 🙂

kaka… alhamdulillah… makasi kak… ini penting banged…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: