Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

My Little Sister

Posted on: Januari 5, 2013


Aku masih ingat dengan jelas, saat itu aku kelas 3 SD, saat aku sedang lincah2nya mengayuh sepedaku di jalanan tanpa peduli panas terik yang begitu menyengat bersama adikku dan teman2ku.
Saat dimana aku sibuk mengumpulkan kelereng dan bermain d sana sini bersama kaum adam itu, dan adikku dengan senang dan penuh sukacita membawakan kelereng2 hasil kemenangan kami dalam sebuah kantong plastik. Aahh… kelereng2 terbaik yg prnah kumiliki bersama kenangan itu sampai sekarang masih ada, tersimpan indah dalam kotak.
Dan aku masih ingat, saat musim kelereng berganti menjadi musim gambar, aku pun tak mau kalah, setiap hari bersama adikku, kami sibuk menggunting gambar2 ini dan itu, serta tentunya menghitung gambar2 hasil kemenangam kami bermain.
Ah, betapa indah saat itu.
Dan jika musim hujan tiba, dengan sukacita aku, adikku, dan teman2ku, sibuk berlari ke sana kemari dan bersorak kegirangan menyambut air yang jatuh itu. Melompat seolah tak ada beban di hati, dan bahkan kami sibuk saling lempar lumpur sawah yang ada, tak elak orang2 dewasa itu terkadang gemas dan harus meneriaki kami untuk berhenti, seolah menjadi keasyikan sendiri jika kami dengan sengaja untuk membuat mereka para orang dewasa kesal, dan lari dengan penuh tawa kegirangan tersendiri bagi kami jika ada yang mengejar sekedar untuk memarahi. Tapi saat itu kami belum mengerti, yang kami tau hanya bermain, tertawa, dan bahagia.
Lalu masih ku ingat ketika tetangga memberitahuku bahwa sebentar lagi aku akan punya adik. Aku tak mengerti apa yg mereka maksud dengan adik baru saat itu, lalu kutanyakan pada ibu, ternyata baru ku tahu saat itu ibuku hamil. Dan masih dengan polosnya aku berpikir, kenapa ibu hamil perutnya tidak besar? Apa jangan2 adikku itu cebol. Aahh.. aku belum begitu mengerti tentang hal ini dan itu sampai akhirnya beberapa bulan kemudian barulah perut ibuku terlihat membesar sehingga aku senang krn pada akhirnya adikku kelak tidak cebol. Haha
Dan sejak perut ibuku mulai tampak membesar, aku mulai rajin berdoa setiap selesai sholat, aku berdoa pada Allah agar aku diberi adik perempuan. Karena saat itu aku iri dengan temanku yang kemana2 selalu bersama saudara perempuannya yang terpaut umur 1,5 tahun, begitu kompak dan akrab. Maka aku ingin juga seperti tu.
Saat itu, yang ku pikirkan adalah, bagaimana cara agar Allah mengabulkan doaku. Aku sering melihat di tivi orang2 berdoa sambil menangis lalu doa mereka di kabulkan, dan dengan polosnya saat itu aku pun berdoa sambil menangis supaya Allah mengabulkan doaku, dan berjanji padaNya jikalau DIA mengabulkan doaku maka aku akan sangat menyayangi adikku itu. Dan dengan polosnya saat itu aku berdoa, berdoa, dan berdoa setiap hari. Usiaku 8,5 tahun.
Saat aku kelas 4 SD, seperti biasa aku bangun jam 6 subuh, lalu kudapati tak ada ayah, ibu ataupun nenek di rumah. Yang ada hanya aku, kakek, dan adik2ku, aku bingung kemana orang2 itu pergi. Lalu ku dapati di meja ruanh tamu secarik kertas yang ku yakin saat itu adalah tulisan dari ayahku… kira2 aku ingat isinya begini..
“Rizka, ayah dan nenek sedang di rumah sakit mengantar ibu yang akan melahirkan, seragam sudah disiapkan, tolong urus diri sendiri dulu dan si dedek ya, jangan nakal tinggal dengan kakek.”
Lalu jadilah aku untuk pertama kalinya merasa memiliki tanggung jawab, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku menjadi si sulung yang seutuhnya, karena selama ini aku masih merasa bahwa antara aku dan si dedek sudah seperti kembar yang terpaut umur 3 tahun.
Tepat saat Iqomat sholat jumat, 29 September 2000, adikku lahir. Perempuan. Yap perempuan, seperti yang kuinginkan. Dan untuk pertama kalinya aku merasa bahwa Allah begitu menyayangiku. Usiaku 9 tahun.

image

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: