Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

“Cintai dia yang mencintaimu”

Posted on: Januari 23, 2013


Pernah dengar kalimat ini, “cintai dia yang mencintaimu”
Meaningnya luas banget. Kalo di perinci satu persatu itu bisa jadi…
1. “Cintai dia yang mencintaimu” –> just love, hanya cinta kan, kayak cinta sm org tua, keluarga, saudara, kerabat. Yap, sudah d lakukan banyak org sejak dulu. Tapi bagaimana dgn meaning ‘cintai’ antara lelaki dan wanita, lagi2, just love. Sound easy. Just love. Yup, just love but not to choose, bukan berarti ‘cintai’ harus memilihnya dan hidup selamanya bukan. Gimana kalo kalimatny utk pasangan kita ubah jadi “cintai suamimu” atau “cintai istrimu” nah,. Itu baru benar, singkat tanpa ada tanda tanya besar yg mengiringi d belakangnya.
2. “Cintai dia yang mencintaimu” yap, hampir semua artis dicintai fans nya, tanpa cinta tak mungkin dia berada d puncak karir sperti itu, jika ‘cinta’ selalu di artikan utk harus bersama dan memiliki, brarti semua artis harus menikahi penggemarnya? Apa harus sperti itu? Hahaha… jika begitu, bolehlah ya sampaikan pada reza rahadian utk mencintaiku. Hahaha… jadi bagaimana klo kalimatnya kita ganti, “hargai cinta dia yg mencintaimu” terdengar lebih baik dan ga rancu bukan?
3. “Cintai dia yang mencintaimu” rasanya terlalu egois, memaksa pada sebelah pihak, contohnya, si A cinta sm si B, lalu si B harus cintai si A, sementara si A cinta sama si C yg artinya si C harus cintai si A, lalu bagaimana klo muncul lagi si C yg cinta sm si D, apa si D harus cintai si C, dan begitu seterusnya, sungguh bentuk yang rumit antara percintaan lelaki dan wanita yang seperti itu. Jika dia yg mencintaimu berhak mendapatkan ‘cintai’ balik darimu, maka supaya adil tentu kamu juga berhak dapatkan ‘cintai’ dari dia yg kamu cinta. Tak masalah jika itu terjadi pada org yg sama, lalu jika terjadi sperti kasus ABCD di atas, mau bagaimana? Kayak lagu armada donk, mau dibawa kemanaa….?? Unsur paksaan terdapat pada kalimat itu, klo dirinci jadinya seperti ini, “aku mencintaimu karena kamu mencintaiku” atau “kamu mencintaiku karena aku mencintaimu”… ahh benar2 kalimat dengan meaning yg egois, pake penghubung sebab-akibat.. dan bukankah cinta itu tanpa alasan yg terkadang tak bisa dimengerti logika, hanya ada kamu dan hatimu, aku dan hatiku. So well, bagaimana kalo kalimatnya kita ganti menjadi, “aku mencintaimu dan kamu mencintai aku” terdengar lebih baik bukan? Lebih seimbang.

Lalu jika begitu, masihkah kalimat itu dijadikan pedoman?
Kembali lagi pada hati.
Dan pada akhirnya jika cinta berada pada jalan kebuntuan yg luar biasa, Tuhan jua lah tempat kita melabuhkan cinta yg hakiki.

-raf-

2 Tanggapan to "“Cintai dia yang mencintaimu”"

Zzzzzzzuuuuupppppeeeeerrrrrrsssss…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: