Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.


Setelah sekian tahun, akhirnya keakraban itu perlahan mulai terjalin LAGI. Dulu, aku bgitu membencinya, benci sikapnya yang seperti ABG saja padahal sudah tidak ABG lagi menurut usia. Benci segala sikap dan keputusannya. Bahkan, hampir setiap saat perang dingin itu terjadi. Tak ada tegur sapa, hanya sekedarnya. Yap, tak ingin lagi menyalahkan siapa, dan tak peduli lagi itu salah siapa, dbandingkan dulu, sikapnya memang jauh berubah, dia yg ku kenal begitu baik walau terkadang egois, dia yg ku kenal royal dan sekarang sedikit pelit, dan dia yg ku kenal tak matrealistik skrg malah yg ada d kepalanya itu uang, uang, dan uang. Tapi seiring berjalannya waktu, perlahan sikap buruk itu sedikit memudar, entah karena aku yg sudah mulai berusaha membuka diri untuk sekedar berbicara dan menanggapi perkataannya atau entah krn memang dia yg sudah sdikit lebih baik.
Salahku juga, harusnya di masa2 itu aku ada buat mendengar segala keluh kesah, kegalauan, dan ke putus-asaannya, meski itu semua dia sndiri yg timbulkan. Harusnya aku ada, bukan menjauhi, menyatakan perang, atau bahkan sesekali menghardiknya. Yang ku ingat kala itu, setiap kali aku menghardik dan memarahinya, kenapa dia selalu diam, tak pernah membalas. Apa omonganku terlalu pedas ketika itu? Entahlah…
Sekarang, setelah sekian bulan lamanya, perlahan ku coba utk sekedar menanggapi omongannya, sekedar utk bercerita, sekedar utk memberinya pendapat tentang ini itu. Dan dia pun begitu, sudah mulai memperhatikanku lagi. Kebekuan diantara kami mungkin sudah mencair sekarang. Dan kini aku pun mengerti, mengerti kondisinya seperti itu, tentang apa kenapa dan bagaimana dia bisa begitu.
Ah, semoga dulu omonganku yang pernah menyumpahinya Engkau maafkan, semoga itu tak benar2 terjadi. Bagaimanapun juga, sedikit banyak darah yang mengalir di tubuhku adalah sama dengan darah yg mengalir d tubuhnya. Seburuk apapun dia, toh dia bagian dari kehidupanku, nyata, bukan semu.
Jauh d sini, bagian terdalam hatiku, aku tak pernah benar2 membencimu, aunty.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: