Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Paichi

Posted on: Maret 18, 2013


Pada suatu hari kami pergi jalan2..
Urutan duduknya kira2 sperti ini. Pak Tuo menjadi sopir, di sebelahnya yg menjadi navigator itu adalah Angku. Lalu, di belakang Pak Tuo, duduk Mak Uncu, di sebelahnya Ni Mer, sebelahnya lagi Mak Tuo, dan di sudut atau tepat di belakang Angku, duduk Pak Angah. Lalu, di kursi barisan paling belakang, duduk saling berhadapan Mak Uniang dengan Mande, lalu Tek Yan dengan Mak Angah.
Sebenarny banyak cerita yg terjadi, banyak, begitu banyak, dan sangat banyak.
Cerita 1, judul Paichi (bahasa imut jijik dari kata pak polisi), begini ceritanya…
Memasuki Kota Padang Panjang, ketika di persimpangan jalan ada lampu merah, jika kita belok kiri, maka kita akan melewati terminal padang panjang untuk menuju bukittinggi, nah, jika kita lurus maka kita akan melewati jalan biasa untuk menuju bukittinggi. Saat itu, terjadi perselisihan paham, apakah kita akan berbelok k kiri atau tetap lurus. Angku, Pak Angah, Mande berteriak2 “belok kirii kiriii kiriii.. “. Mak Tuo berteriak2 “lurus aja..luruuss.. luruuss..lurrruuuusss”. Mak Uncu teriak, “Bisa dua2nya, tapi beloook ajaa..belookk…bellooooklaahh… beellloookkk”. Sisanya Ni Mer, Mak Angah, Tek Yan, berteriak.. “itu lampu merahh.. meraaahh.. merraaaaahhh”. Seketika terjadilah suasana berisik, bgitu ramai sehingga membuat Pak Tuo pusing dan bingung siapa yang harus di dengar, semua suara terdengar bgitu sama, sama kerasnya. Semua masih berteriak2, benar2 berteriak2, lalu sepersekian detik Pak Tuo berpikir akhirnya Pak Tuo tetap melaju lurus. Dan sepersekian detik juga kami semua terdiam lalu kembali berteriak2, “Polisi nya ngejar.. sumpah., dikejar.. larrrriii….laaarrriiii….laaarrriii… larii cepaat sembunyii.. masukk gang ini., masuuukk.. maassuuukkk… maaasssuuukkk..cepaattt masuk gaaang woii.. massuukk cepaaatt.. cepaaaatt…polisinya ngejaaarr.. aaaaaakkkkk….” sudah tak jelas lagi apa yg dteriakkan siapa, yg pasti kami semua berteriak2. LAGI, Pak Tuo kembali bingung, dan lalu secepat kilat belok ke gang sempit, sialnya ada sebuah mobil tepat berhenti di depan gang shingga menghalangi jalan, kami semua semakin berteriak2 panik, “cepaaatt.. cepaaaattt.. aaakkk itu ituuu… kenaa mobilnyaa.. kenaaa.. awaaass.. dikiiitt lagiiii kenaaa.. aaaaaaakkk…” selisih 2centimeter mungkin mobil kami akan menabrak mobil di ujung gang itu, kami masuk gang terus, masih dengan suasana teriak2, kami memberi instruksi pada Pak Tuo belok sana, belok sini, lalu haapp… PakTuo akhirnya berhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah. Bgitu pusing dia mendengar kami semua berteriak2, begitu bingung suara mana yg harus d dengar. Sedikit lega karena polisi yg mengejar kami sudah tak kelihatan lagi, dan ketika sadar, Mak Angah bilang, “eh, ini kan rumah yang awalnya mau kita jadikan tmpat nginap.” Sepersekian detik kami terdiam, berpikir bahwa Mak Angah hanya menghibur, memberi efek psikologis tenang pasca dikejar2 polisi. Dan ternyata setelah diselidiki memang benar itu adalah rumah tempat kami akan menginap. Spontan kami tertawa garing sambil bilang ‘kok bisa pas berenti di sini?’ Hhhahaha…
Setelah itu, terjadilah drama ftv antara Pak Tuo dan Mak Tuo, dimana keduanya saling menyalahkan diri sendiri,
“Tidaakk.. aku yg salaahh.. ini semua salahku..”
“Tidaakk.. aku.. aku yang salah.. ini semua salahku…”
Beberapa saat keduanya saling menyalahkan diri sendiri. Lebaaayyy….
Setelah adegan salah menyalahkan diri. Endingnya dbuatlah keputusan bahwa kali ini tak boleh lagi ada yg berteriak. Hanya boleh ada satu suara sebagai penunjuk arah kebenaran. Lalu suara siapa yg akan di dengar?? Suara siapa lagi, tentu saja hanya suara Mak Tuo yg di dengar, seperti yang pernah dibilang sebelumnya, omongan Mak Tuo memang tak terbantahkan, yang lain diam, ga boleh protes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: