Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Pengenalan Tokoh

Posted on: Maret 18, 2013


Bermula dari segala waham yang dimiliki oleh manusia2 luar biasa ini, maka mucullah sebuah skenario drama, yg ceritanya di vermak2 terus dan terus dari waktu k waktu. Entah bagaimana, seolah tak pernah kehabisan ide, waham2 itu terus bermunculan, meneruskan waham yg sudah ada ataupun kembali memunculkan waham2 baru. Mari kita bicarakan sedikit tentang beberapa tokoh yg terlibat.
Silsilah teratas dari sebuah keluarga di Minangkabau itu adalah adanya “Mande” dimana si Mande ini menikah dengan Buya yang notabene nya adalah suami ketiga dari si Mande setelah kemerdekaan RI. 2 suami Mande sebelumnya yang menikahi Mande ketika Mande berumur 13 tahun dan 17 tahun itu keduanya telah meninggal pada saat jaman penjajahan Jepang. Lalu jadilah si Mande ini jomblo, kesepian, dan galau saat itu. Meski begitu, Mande ini mendapat warisan dan harta yg berlimpah ruah dari suaminya terdahulu berupa ber-hektar2 tanah, berekor2 sapi, kerbau, kambing, berhektar2 sawah, dan beratus2 emas. Karena kegalauanny di masa itu, Mande menjadi hobi berfoya2, doi jadi sedikit stress sehingga harta2 itu tinggal setengahnya, meski begitu, sisa setengah dari jumlah harta yg ada masih membuat Mande tetap menjadi ‘rang kayo di kampuang’.
Menyadari akan kesalahannya, Mande mencoba instropeksi diri sehingga muncullah ide Mande untuk menikah dengan Buya (ahli agama di Minang) agar bisa membawa dan menuntunnya ke jalan kebenaran. Dari pernikahan itu, lahirlah 3 orang anak. Pak Tuo, Mak Tuo, dan Mak Angah.
Pak Tuo ~~ Lelaki tertua di keluarga kami. Mengaku ganteng dan gagah serta sukses menjadi bisnismen di rantau. Menikah dengan seorang wanita yang sudah bertahun2 dikejarnya, kami memanggil wanita itu “Kak Tuo” karena dia menikah dengan Pak Tuo. Dari pernikahan itu, lahirlah 3 orang anak bernama Doni, Depi, Dedi.
Mak Tuo ~~ Perempuan tertua di keluarga kami, adik kandung dari Pak Tuo. Statusnya sebagai perempuan tertua membuat Mak Tuo selalu di dengar oleh semua orang, segala omongannya tak terbantahkan, seperti ada peraturan tak tertulis yang dipatuhi oleh semua orang, bunyinya, “Mak Tuo selalu benar. Jika Mak Tuo salah, maka kembali ke pernyataan pertama.” Stelah ditinggal suami pertama, Mak Tuo menikah dengan suaminya yg kedua atau suaminya yang sekarang, kami memanggilnya Apak. Pernikahan Mak Tuo dan Apak ini melahirkan 2 orang anak yaitu Mus, dan Yet.
Mak Angah ~~ Perempuan kedua di keluarga kami. Mak Angah ini adalah anak yg paling bungsu, sama sekali bukan anak yg di tengah, akan tetapi, ketika Mak Angah remaja, Mande mengadopsi seorang anak dari keluarga jauh kami. Dan supaya tidak terjadi kesenjangan sosial yg nyata jika maka jadilah anak adopsi itu yg dipanggil Mak Uncu. Mak Angah menikah dengan seorang lelaki dimana di sini kami memanggilnya Pak Adang, dari pernikah itu, lahirlah 3 orang anak, perempuan semua, namanya Milah, Neli, Yus.
Mak Uncu ~~ Ini dia anak adopsi dari Mande. Agak terbata2 jika disuruh berbahasa Minang, pekerjaan sehari2 adalah menjaga lapau bersama suaminya yaitu Pak Uncu. Lapau Mak Uncu selalu rame oleh orang2 yang asik duduk2 mengopi dan bercengkrama, jika di kota ibaratnya lapau Mak Uncu ini seperti cafe cafe tempat nongkrong gitu. Nah, dari duduk2 di lapau inilah semua cerita bermula. Memiliki 2 anak laki2 bernama Jas, dan Wan.
Pak Angah ~~ Merupakan lelaki di tengah dari keluarga sepupu Mande, yang statusnya adalah sebagai keponakan laki2 Mande, meski begitu hubungan kekeluargaan yg terlalu erat, Pak Angah sudah dianggap Mande seperti anak kandung sendiri. Pak Angah menikah dengan Tek Pit. Dari pernikahan itu merek di karuniai 2 orang anak yaitu Anto, dan Lis.
Tek Yan ~~ Keluarga jauh Mande yang sekarang tinggal membantu2 keluarga kami di rumah gadang. Tek Yan ini sangat rajin, setiap hari dia membersihkan rumah, menyapu, mencuci dan memasak. Yang paling spesifik dari masakan Tek Yan ini adalah samba lado tanak dan kalio jariang, kami semua menyukainya. Tek Yan ini dulu punya suami, kerjanya melaut, sering tak pulang selama berbulan2, dan suatu hari terdengar kabar kalau di rantau orang suami Tek Yan ini menikah lagi dengan seorang janda, dan karena tak memiliki anak, maka terjadilah perceraian antara Tek Yan dan suaminya. Sempat stress beberapa waktu, maka dari itu Mak Tuo mengajak Tek Yan tinggal di rumah gadang. Sunnah nya itu kan tamu boleh dilayani dan diperlakukan sebagai seorang tamu dalam wakyu 3×24 jam, nah jika terlewat dari batas waktu tersebut, maka si tamu berpandai2lah hidup di rumah itu mem’bantu2′. Seperti itulah status Tek Yan di rumah kami.
Ni Mer ~~ Cucu dari sepupu Mande yang secara tak langsung juga adalah cucu Mande. Usianya tak jauh berbeda dari Mak Uncu. Menikah dengan Da Sap, melahirkan seorang anak perempuan bernama Yul. Dan si Yul ini terlibat cinta dengan anak Pak Tuo, yaitu si Doni, lalu akhirnya Yul dan Doni menikah, dan melahirkan seorang anak bernama Iqbal. Karena pernikahan antara Yul dan Doni itulah keluarga kami menjadi dekat dengan keluarga Ni Mer.
Mak Uniang ~~ Dunsanak jauh dari Apak (Suami Mak Tuo), tinggal bersebelahan dengan kami sehingga membuat keluarga kami juga dekat dengan Mak Uniang ini. Dulu perempuan ini memaksa untuk dipanggil Mak Nih (Mak Manih karena dia merasa Manih), lalu setelah kami menuruti keinginanny memanggil Mak Nih, sejak itulah dia menjadi demam, istilahnya ‘mandamam’, sudah berobat kemana2, demam tak turun2 juga, sudah di cari segala macam bakteri, virus, jamur, parasit apapun kira2 yg mungkin menginfeksinya tapi juga tak diketahui penyebab sakitnya. Sampai akhirnya kami pergi ke ‘orang pintar’, Pak dukun itu bilang kalau penyebab sakitnya Mak Nih adalah ada hal yang terlalu berat pada Mak Nih dan itu harus dihilangkan supaya menjadi ringan. Kami sekeluarga berkumpul dan memikir apa kira2 yg menjadi pemberat pada diri Mak Nih, dan kami sama2 berpikir bahwa Mak Nih “Barek di namo”, lalu sepakatlah kami untuk mengganti panggilan Mak Nih tersebut menjadi Mak Uniang, dan ajaibnya setelah panggilan itu berganti, Mak Uniang menjadi sembuh. Hhhaha.. Mak Uniang menikah dengan orang piaman, kami memanggilnya Ajo. Dan selidik punya selidik, Mak Uniang punya hubungan keluarga jauh dengan Mak Uncu (anak angkat Mande).
Angku ~~ Manusia dengan status paling ga jelas di keluarga kami. Mengaku mahasiswa tingkat akhir. Karena rumah kami selalu terbuka untuk siapa saja, maka Angku ini sering bermain di rumah, ataupun sekedar duduk2 di lapau Mak Uncu bersama Pak Tuo dan Mak Tuo. Istilahnya kata Mak Tuo “Inyo anak awak juo”. Hhhaha.. ^^

image

Casting:
s.a ——————– mande
b.m ——————- pak tuo
r.a.f —————— mak tuo
i.s ——————— mak angah
m.r.a —————– mak uncu
b.r ——————– pak angah
m.c ——————- ni mer
v.r ——————– mak uniang
d.r.k —————— tek yan
r.j ——————— angku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: