Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Takut.

Posted on: Maret 20, 2013


Takut hantu? Hhmm.. pasti banyak orang punya ketakutan2 sendiri tentang hal2 berbau gaib itu. Lalu bmna caranya supaya kita ga takut lagi? Hhhmm.. bisa dijelaskan sekilas, kenapa sih kita mesti takut? Mungkin penjelasan berikut bisa membuat kita berpikir ulang, apa iya memang meski takut?
Pada masa penjajahan Belanda, perkembangan dan penyebaran Islam di Indonesia itu masih dilakukan melalui diskusi2 dalam forum2 yang ada, dan biasanya hal itu dilakukan pada saat malam hari, selepas sholat magrib, sekedar berkumpul ataupun mengaji (istilahnya begitu). Salah satu hari baik dalam Islam itu kan Jumat, trus pergantian hari itu terjadi saat matahari terbenam yang artinya senja di hari kamis sama dengan hari jumat. Hari baik itulah yang digunakan para alim ulama untuk belajar dan mengajarkan agama kepada masyarakat di berbagai tempat, di surau, mushalla, ataupun balai adat sehingga malam jumat selalu ramai oleh orang2 belajar agama. Jaman dulu itu, lampu belum seterang benderang seperti saat sekarang ini, hanya ada beberapa cahaya yg cukup untuk menerangi langkah kaki ketika keluar rumah utk belajar agama, dan juga masih banyak hutan, semak belukar, dan jalanan yang bgitu sepi utk dilalui apalagi malam hari. Nah, rutinitas untuk memperluas wawasan di setiap malam jumat yg dilakukan oleh masyarakat Indonesia itu membuat Belanda risih, mereka takut jika kita terlalu pintar, ataupun terlalu pesatnya perkembangan Islam di negeri ini sehingga keberadaan mereka di negeri kita bisa terancam, karena perkumpulan2 seperti itu tentu akan membuat persatuan dan kesatuan masyakart kita semakin kuat bukan? Maka dari itu, Belanda berpikir keras, mencari cara bagaimana cara supaya perkumpulan tersebut rutinitasnya berhenti begitu saja. Nah, jika mereka memakai tindak kekerasan, tentu saja masyarakat akan berontak, karena bagaimanapun, jika Indonesia bersatu pastilah penjajah itu kocar kacir. Lalu munculah ide si Belanda untuk menakut2i masyarakat kita, dengan membuat cerita2 seram, menampilkan sosok2 hantu, dan berbagai makhluk2 lainnya. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar masyarakat berhenti keluar malam untuk berkumpul. Jadi itulah salah satu trik licik Belanda menekan kita yaitu dengan mengarang cerita hantu.
Selanjutnya, hantu itu sebenarnya adalah gambaran dari hal2 yg pernah kita lihat, kita imajinasikan. Karena ga mungkin kita bisa membayangkan sesuatu tanpa pernah kita imajinasikan sebelumnya. Sekarang coba deh bayangkan sosok hantu yg kamu sama sekali ga tau? Hayoo?? Ga ada kan? Ga percaya? Nih ya, contoh, mari kita bandingkan orang Indonesia dengan Orang Barat jika melihat atau masuk ke sebuah rumah kosong lalu di ruang tengahnya itu ada sofa, dan cahaya di sana cuma remang2. Nah, ketika orang indonesia masuk ke dalam tempat seperti itu, mungkin hal menakutkan pertama yg dilihatnya adalah adanya kuntilanak, pocong, genderuwo yg lagi duduk di sofa itu. Nah, sedangkan ketika si Bule tadi masuk ke ruangan seperti itu yg dbayangkannya itu adalah drakula, vampir. Dan ga mungkin bukan si bule tadi mbayangkan apa yg dbayangkan org Indonesia krn mereka sama sekali belum pernah ‘mengenal’ sosok itu seperti kita.
Dalam ilmu kejiwaan, ada hal yg kita sebut dengan alam sadar dan bawah sadar, dimana keduanya dipisahkan oleh barier (pemisah) yg kekuatannya begitu goyah dan rapuh, istilahnya barier antara alam bawah sadar dan alam sadar manusia itu mudah tipis sehingga keduanya bisa bergabung atau saling merembes. Lalu, sebenarnya, setiap informasi yg kita dapatkan itu sebenarnya hampir 100% bisa terekam di otak kita, hanya saja rekaman itu ada yg kuat tersimpan, dan ada yg tersimpan jika ada pencetus, misalnya saja, mungkin ketika nnton film horor bersama2 kita bisa ketawa ketiwi kan, tapi saat sendiri dan sunyi sepi, hantu2 d film horor atau kjadian2 aneh d film tersebut bisa saja muncul lagi sehingga membuat kita takut. Ga percaya? Nih ya buktinya, pasti diantara kita pernah bermimpi bertemu dgn seseorang yg sama sekali ga pernah kita kenal sebelumnya. Benar2 ga kenal dan ga pernah bertemu. Iya kan? Nah, sebenarnya orang d mimpi kita tersebut pernah terekam oleh mata kita, entah itu di jalanan, pasar, atau dimanapun. Lalu bagaimana dgn org2 yg ‘katanya’ pernah tak sengaja melihat hantu dan sejenisnya? Jika iya, itu artinya saat mereka melihat hal2 tersebut ataupun merasakanny, saat itulah barier antara alam bawah sadar dan alam sadar mereka saling merembes satu sama lain, rembesan dari barier itu sendiri bisa dipicu oleh banyak hal seperti kelelahan, letih, lesu, capek, dan lain2… ketika trjadi perembesan pada barier itu, saat itulah gambaran2 hantu yg pernah terekam di alam bawah sadar kita muncul saat kondisi kita sadar. Dimana saat itu sulit sekali bagi kita untuk membedakan mana yg nyata dan semu.
Lalu, dalam Islam sendiri, itu dterangkan bahwa manusia itu tidak dberi kemampuan untuk melihat hal2 yg ghaib karena sesungguhnya jika manusia itu mampu melihatnya maka tentu saja manusia itu akan mati karena syok.. bagaimana tidak, jumlah mereka itu banyaakk dann sangaat banyak sekali, maka dari itu manusia tidak di izinkan utk melihat mereka. Kenapa bisa banyak? Ya karena, setiap kelahiran anak adam, mereka juga ikut lahir, bedanya mereka abadi terus sampai akhir jaman sedangkan manusia itu hanya berpuluh2 tahun saja d dunia ini. Tak terbayangkan banyaknya jumlah mereka bukan?
Nah, ada beberapa cara biar kita ga ketakutan, terutama jika terjadi perembesan barier kita tidak merasa takut,
Pertama, hindarilah menonton, berbicara, ataupun mendekati hal2 yg berbau mistis seperti itu
Kedua, jika kita sendiri, supaya pikiran tidak melayang kemana2, tidak memikirkan hal2 yg menakutkan, maka libatkanlah emosi saat kita sendiri, misalnya: mengingat2 kejadian menyedihkan, membahagiakan, ingat2 pasangan, ingat2 senyum atau tawa org yg kita cinta, dan lain2, pokoknya hal2 yg melibatkan emosi.
Ketiga, perbanyak ibadah dan mengingat Tuhan tentunya.
Nah, udah tau kan ya..
Semoga deh bagi para penakut yg baca jadi ga penakut lagi atau berkurang kadar ketakutannya lah meski sedikit yg penting berkurang.
Sesungguhnya saya sendiri pun juga sangat penakut, tapi ternyata tanpa saya sadari, saya sendiri perlahan bisa menghilangkan rasa takut itu, dimana saat sendiri saya sering melibatkan emosi dalam kesendirian saya, entah itu dengan cara mengingat2 hal2 bahagia ataupun mengimajinasikan sesuatu yg bahagia ataupun merenung akan kesedihan diri, dan ternyata memang benar, makanya saya berani bilang bahwa emosi juga mempengaruhi kualitas takut seseorang.
Terimakasih untuk diskusi panjang bersama beberapa teman di malam itu. ^^

-raf-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: