Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

KKN

Posted on: Juni 5, 2013


Malam ini, malam ketiga aku dan teman2 serumah merasakan suasana yang baru. Kami datang k kampung ini pada hari senin, 3 Juni 2013 utk melaksanakan KKN (kuliah kerja nyata) yg merupakan salah satu kks wajib dari universitas. Namanya desa Matua (Matur) yang berada di kabupaten Agam. 40 orang kami ditempatkan di sini, terbagi atas 2 nagari, nagari lawang dan tigo balai yang masing2nya 20 orang.
Aku dan teman2 mendapat tempat d nagari tigo balai. Di sana, kami terbago lagi atas 4 jorong, dimana masing2nya ditempati 5 orang anak kkn. Nama jorong tempatku berada itu adalah Sari Bulan. Pertama kali datang, kami disambut oleh kepala nagari yang kemudian mengantarkan kami menemui pemilik rumah serta kepala jorong. Di sari bulan, hanya Aku dan Azmina perempuan, sisanya lelaki yaitu Devo, Zekri, dan Wildan. Setelah berdiskusi dengan pemilik rumah dan kepala jorong, akhirnya kami di izinkan utk tinggal serumah berlima, karena jujur, aku pun takut dan enggan jika hanya berdua perempuan dengan azmina tinggal d rumah kosong d daerah yang baru yg sama sekali belum pernah kami tempati.
Jujur, pertama kali datang, pertama kali melihat penampakan rumah dari luar, aku langsung menolak utk tinggal d sini, benar2 enggan utk menetap d sini, akan tetapi, tetangga sebelah yg sekaligus pewaris rumah seperti enggan melepas kami pergi sehingga beliau memaksa kami utk tetap tinggal d jorong tersebut. Berikut deskripsi rumahnya.
Rumah ini dulunya d tempati seorang ibu2 yang sudah tua, ibu tersebut sendiri d rumah, sedangkan anak lelaki2nya semuanya pergi merantau, ke luar Sumbar. Dan sejak ibuk tersebut wafat, anak2 almarhumah sudah tidak pernah lagi pulang kampung. Menurut adat minangkabau yang menganut sistem matrilinial dimana garis keturunan menurut garis keturunan ibu, tentu saja pewaris harta2 ibu tersbut sudah habis alias punah krn anak almarhumah lelaki semua sehingga rumah ini diambil alih oleh saudara almarhumah yg tinggal tepat d sebelah rumah ini.
Rumah kayu seperti rumah tradisional minangkabau atau kami menyebutnya rumah gadang sudah hampir dua tahun tak berpenguni. Tak terawat. Hal itulah yang menciutkan nyaliku utk tinggal di sini. Tapi, karena kami di izinkan utk tinggal serumah berloma, sedikiy muncul keberanian dan rasa percaya diri menempati rumah ini.
Rumah kayu full 100%, tak ada keramik ataupun lantai yg licin, jika berjalan maka sontak langkah kaki kita terdengar, bergerak sedikit saja pasti kedengaran. Tak seperti rumahku, di sini tak ada tivi, kamarnya pun cuma satu, perempuan tidur d kamar, lelaki tidur d luar.
Jangan bermimpi untuk tidur nyenyak d spring bed kesayangan, di sini yg ada hanya kasur kapuk yg sudah lama, dan sedikit keras dengan ranjang mode lama yang berbesi2 sampai atas, ranjang lama yg biasa dpakaikan kelambu.
Harus berpandai2 menahan hasrat pipis d sini krn kamar mandi tak sejengkal seperti d rumahku, kamar mandinya langsung d dalam kamar, di sini, kamar mandi jauh k belakang, terpisah dari rumah, tanpa penerangan tapi alhamdulillah kreativitas teman2ku untuk membuat lampu membuat kamar mandi kami akhirnya memiliki penerang alias lampu.
Dapur? Hhaha.. berdebu dan usang sangat, tak ada kompor gas, adanya kompor minyak tanah dan tungku dengan bahan bakar kayu bakar.
Pertama kali masuk rumah, semua yg ada d sini berdebu, penuh dengan debu, lalu dengan semangat 45 kami membersihkan setiap sudut dan jengkal rumah ini sehingga rumah yg tadinya benar2 tak layak huni akhirnya menjadi layak huni kembali dan terasa begitu nyaman.
Kamar mandi rumah ini sebenanrnya tak ada, yg ada hanya sumur yg mungkin tak layak d sebut kamar mandi krn tak ada atap, dengan dinding bolong2 d sana sini dan berada di dekat ladang tebu. Hanya sekali kami mandi d sini, krn aku merasa tak aman utk mandi d sana, kami memutuskan utk mandi di pincuran, semacam kamar mandi umum dengan pincuran air yang mengalir begitu deras, dingin, dan jernih. Di sana, banyak ibuk2 yg datang untuk mandi dan mencuci. Termasuk kami, berbaur dengan wrga sekitar utk mandi dan mencuci d sana, ahh semua terasa begtu menyenangkan. Benar2 suasana baru bagiku.
Kebersamaan ini akhirnya membuatku menyukai rumah ini, menyukai desa ini, dan menyukai tempat ini, meski 100% bertolak belakang dengan kehidupanku selama ini, tapi aku menyukainya.
Aku tak pernah menganggap semua ini adalah kekurangan tapi suatu nikmat yg harus aku syukuri krn dengan ini Tuhan memberiku kesempatan utk merasakan kehidupan yg berbeda dari sbelumnya sehingga cerita dan pengalaman hidup yang ku rasa tak monoton. Banyak hal yg ingin ku ceritakan ttg KKN ku.. tapi nanti sajalah.. mataku pun sudah tak bisa berkompromi. Dingin sangat di sini, aku harus memakai sweater super tebal, kaos kaki, sarung tangan dan juga selimut, meski sudah berpkaian begitu saat tidur, tetap saja aku masih menggigil saat bangun d pagi hari.
Besok, jika kegiatan tak begitu melelahkan mungkin akan ku ceritakan lagi ttg kkn ini.
Sekarang mari tidur.
Selamat malam.
Dan syukurilah hidup dengan berterimakasih padaNYA krn dengan begitu hidup terasa lebih bermakna.

#raf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: