Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Ceritaku

Posted on: Juni 15, 2013


Menuliskan tentangmu memang tak kan ada habisnya
Segalanya ingin ku ketik cepat dengan jemariku
Tapi tangan ini seketika terhenti karena ternyata membayangkan tentangmu jauh lebih indah ketimbang menuliskannya dan tentu saja lebih indah lagi jika tetap bersamamu…
Ya tetap bersamamu..

Kata orang, matahari dan bintang itu ada di langit yang sama, tapi tak pernah bertemu
Tapi sinarnya cukup menyinari waktu mereka masing2
Kalau begitu, biarlah redup asalkan kau bukan matahari disaat aku menjadi bintang ataupun sebaliknya agar raga ini tetap bertemu

Aku berdiri di bawah langitku
Ku yakin langit kita sama
Hanya awannya saja yang berbeda
Ku pikir itu krn pengaruh pancaroba
Jika musim kembali membaik
Mungkin terangnya langitmu akan sama dengan terangnya langitku
Tapi aku tak tahu
Kapan musim itu kembali membuat keadaan kita sama?

Kata orang, dua orang yang saling mencintai itu ibarat mawar dan duri
Dimana keindahan mawar itu tetap terjaga oleh durinya sehingga tak ada tangan2 jahil yg berani memetiknya begitu saja saat mekar
Ku pikir lagi, duri itu menancap pada batang mawar bukan?
Ahh.. apa si mawar itu tak sakit tertancap duri?
Kalau begitu, janganlah aku menjadi mawar sementara kau durinya, sepertinya akan sakit
Lalu, kita lupakan ungkapan itu yaa…

Kata orang, dalam cerita Laila Majnun, si lelaki mati krn menahan cinta yang tak kunjung sampai
Sama seperti kisah Romeo and Juliet
Dimana cinta mereka bermasalah dengan hal yang bgitu rumit
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bunuh diri
Tapi.. bukankah katanya cinta itu butuh pengorbanan dan perjuangan?
Kenapa mereka berkorban raga tanpa berjuang hidup untuk cinta mereka sendiri
Ahh.. janganlah kau dan aku jadi begitu yaa
Berada di sisimu setiap kali kau menghembuskan helaan nafas bagiku sudah cukup membuatku senang

Kalau ku bilang padamu “I Love You”
Apa kau percaya?
Harusnya kau percaya seperti aku percaya kalau kau pun mencintaiku

Kalau ku bilang padamu “I Hate You”
Apa kau percaya?

2 Tanggapan to "Ceritaku"

ketika bertahan terlalu menyakitkan,maka salahkah jika mengakhirinya??

Ketika mengakhiri ternyata lebih menyakitkan ya tentu aja SALAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: