Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.


Malam ini, aku menyusuri jalanan d kota ku
Di desa sana jalanan tiada berlampu, gelap dan sepi
Di kotaku, jalanan begitu ramai, penuh dengan lampu jalan dan kendaraan serta lampu beberapa bangunan
Begitu banyak kuliner malam yg berjajar di kotaku
Aku rindu menyusuri setiap tapaknya
Hanya saja aku tak berani jika sendiri melewati satu jalanan yg tak asing lg bagiku
Aku takut merindu jika hanya jadi semu tanpa pelampiasan
Dan lebih takut lagi jika aku merindu tanpa balasan
Hhhahaha…

Lelah aku berjalan dan berdiri lama
Hingga pusing kepalaku
Nyaris aku pingsan di balik stir mobil itu
Ahh.. ternyata hari ini, aku hanya makan sedikit lontong tadi pagi, itu pun sangat amat banyak bersisa
Mubazirnya aku, astaghfirullahalazim…

Lampu merah terakhir menuju rumah, aku menyisakan kekuatan yg ada, sedikit silau dan kabur pandanganku malam itu
Tapi Tuhan masih berbaik hati membiarkanku sampai rumah dengan selamat

Ku rebahkan badan seketika di atas ranjang yg menemani lelapku selama bertahun2 itu
Ku pejamkan mata.. lama..
Lalu, ku buka kembali mataku menatap langit2 kamarku
Aku jadi berpikir sendiri, sudah berapa lama kamar ini ada?
Dan sudah berapa lama aku berada di sini
22 tahun sudah ternyata kamar ini menjadi ruang pribadi favoritku
Dimana gambaran duniaku terangkum di sana
Dimana semua rahasia, semua tangis, dan semua tawa terkunci rapat di dindingnya
Sampai kapan kamar ini tetap jadi milikku?
Sampai kapan kamar ini menjadi saksi hidupku?
Yang ku tahu, sampai kapanpun, kamar ini tetap milikku, selalu jadi milikku, ya selalu.

Ku layangkan pandang menerawang jauh ke luar sana
Tepat berpuluh kilometer dari tempat ini aku mencoba menerawang
Seperti dukun saja
Memikirkan sedang apaa dan dimanaa…
Hhaha.. seperti lirik lagu saja
Tapi memang begitu yang ku pikirkan

Lalu, kembali ku layangkan pandang
Kali ini bukan tertuju pada satu tempat atau objek
Tapi pikiranku menerawang jauh pada waktu
Ku tembus beberapa tahun ke depan sejak detik ini
Berpikir, apa aku masih akan tetap menempati kamar ini?
Antara waktu yg ku tembus dan tempat yg ku terawang ku coba mengkorelasikan kedua
Apakah ada hubungan, atau sama sekali tak ada
Huft. Akhirnya aku pasrah
Selesai sudah terawangan dan tembusan waktu yang melingkup pikirku
Karena sebaiknya aku percaya, rencana Tuhan jauh lebih indah dari rencanaku atau siapapun itu
InsyaAllah.

InsyaAllah..
Aku mulai menyukai kata2 itu sekarang
Maksudku bukan sekedar suka, tapi sangat suka
Aku senang melafazkannya
Karena aku merasa lafadz itu menjadi asuransi dan jaminan tersendiri, agar ketika swaktu2 musibah menimpaku, aku bisa bangkit tetap berdiri
Hhaaa ya ya ya…
Ayahku bilang, aku terlahir untuk berbagai kebahagian dengan orang lain, aku menyukai kalimat itu, dan tetap ku amalkan hingga sekarang,
InsyaAllah.

Semakin larut malam menjelang
Sebelum subuh menyerang
Sejenak aku ingin berdoa
Agar apapun yg terjadi 1 detik dari sekarang adalah hal terbaik untukku
Karena tak seorang pun tahu apa yg kan terjadi 1 detik ke depan dari hidupnya
Hhaa bisa saja malam ini aku mendapat kado untaian kata
Amin.

Haaa.. aku jadi ingat sendiri kan
Bicara soal kado, aku bahkan sampai saat ini belum mendapatkan kadoku, (bedanya kado sm pemberian apa sih? Kado itu utk ultah kan ya? Klo pemberian niatnya bukan buat ultah? Gitu ya? Hhehehe.. *garuk2 telapak kaki..)
Kecuali kado yg pernah ku tolak itu dari mereka
Yang memang pada dasarnya tak pernah ku sentuh, sama sekali.
Jadi, jika malam ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, aku berharap pada kadoku gimana? Masih bisa kan?
Aku mau lah dapat kado besar
Besaaarrr sekalii…
Bukan besar bentuk
Bukan besaar harga
Pokoknya aku mau kadooo yang supeeeerrr besaaarrr..
Besaaar maknanyaaa..
Aku mau Cinta yang terus menerus berkepanjangan dan tiada akhir.
InsyaAllah. Amin.

#sumber kebahagian terbesar adalah merasa puas dengan adanya sedikit kebahagian namun merasa boros dalam memberi banyak kebahagian.

#ketika kamu menemukan cintamu, cinta itu adalah bagian dari jiwamu, cerminan dirimu, jadi ketika cinta melukaimu, kamu pasti akan tetap mencinta karena pemilik raga tak kan pernah membenci dirinya sendiri.

#hidup cuma sekali, dan perjuangan itu adanya berkali kali. Jika gagal ya coba lagi.

-rizka-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: