Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Idul Fitri

Posted on: Agustus 5, 2013


Hari Raya 1 Syawal yang lebih dikenal dengan Idul Fitri merupakan salah satu hari Raya terbesar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Berbagai cara dengan aneka macam tradisi budaya lokal ikut menyemarakkan kemengan besar bagi Muslim ini. Banyak istilah di berbagai tempat yang menyatakan hari besar ini, diantaranya Aidil fithri, Eid Mubarak, lebaran, Eid Al fitr, dan banyak macam nama lainnya.
Kebiasaan saat Idul Fitri di masing2 tempat hampir sama, Idul Fitri sebagai moment untuk berkumpul keluarga besar sehingga di Indonesia sendiri dan juga beberapa tempat di negara lainnya melakukan ritual “mudik”.
Mudik artinya pulang ke kampung halaman. Ribuan bahkan mungkin jutaan perantau di Indonesia melakukan mudik lebaran, maka tak heran jika lebaran tiba, jalanan di kota2 besar yang biasanya macet dan dipenuhi kendaraan menjadi sepi total. Lalu, segalanya teralihkan di beberapa daerah atau kampung halaman para pemudik.
Satu hal yang harus di ingat tentunya, terkadang makna Idul Fitri sering di salah artikan oleh sebagian orang. Sebagian mereka yang ‘mudik’ tidak hanya sekedar untuk silaturahmi dengan keluarga, tapi juga menjadi ajang pamer kekayaan, kekuasaan, dan kesuksesan di rantau. Tak tanggung2, perhiasan bergemrincing di setiap lekuk tubuhnya. Hal tersebut tanpa di sadari ataupun tidak tentu mengundang perhatian beberapa pemudik lainnya sehingga ajang pulang kampung di anggap sebagai lomba untuk memamerkan segalanya, bahkan ada yang rela tak pulang jika merasa belum bisa seperti tetangganya si A, atau belum bisa seperti si B. Naudzubillah. Semoga hal tersebut tidak terjadi di keluarga kita.
Dan lalu, tidak hanya sebagai ajang pamer2 bagi para pemudik, mudik lebaran menjadi masalah sendiri bagi pemerintah di kota besar, tak heran misalnya si A pulang kampung dengan sukses yang memunculkan keinginan bagi tetangganya atau pun kerabatnya di kampung untuk mendulang kesuksesan yang sama di kota besar. Alhasil, satu orang pemudik yang kembali dari mudik lebarannya bisa membawa serta kerabat dari kampungnya ke kota sehingga dari tahun ke tahun jumlah penduduk di kota besar meningkat tajam. Bisa di sebut, mudik lebaran sebagai ajang urbanisasi besar2an yang dilakukan oleh hampir sebagian besar masyarakat kita.
Perlu diingat bagi para pemudik agar tidak berlebihan, misalnya dalam hal menunjukkan keberhasilan, karena Allah SWT tidak menyukai hambaNya yang suka berlebih-lebihan.

Tak hanya itu, kecelakaan lalu lintas juga meningkat tajam saat mudik lebaran. Setiap orang ingin cepat2 sampai di kampung halamannya masing2 sehingga terkadang kebanyakan dari mereka tidak lagi mengindahkan rambu2 lalu lintas.

Begitu banyak hal dan pelajaran yang bisa kita ambil dari perayaan idul fitri ini. Tapi apapun perayaan, tradisi yang kita lakukan dalam merayakannya, maka rayakanlah dengan baik, sesuai dengan nilai2 yang diajarkan dalam Islam. Moment yang suci untuk bersilaturahmi dan menjadi ajang saling bermaaf2an janganlah sampai kita nodai dengan niat yang tidak baik ataupun kelakuan yang bisa merusak akhlak dan akidah kita sebagai seorang muslim.
Sejatinya, kemenangan besar itu benar2 telah dijanjikan Allah untuk umat Islam. Maka rayakanlah dengan cara2 yang disenangiNya.
Dan idul fitri adalah salah satu moment kemenangan bagi umat Islam yang artinya pada hari itu Allah SWT mengembalikan kegembiraan dan rasa suka cita kepada hambaNya. Hari dimana kembalinya kebaikan-kebaikan dari Allah kepada hambaNya. ‘fithr’ yang berarti fitrah, kesucian, dan kebersihan jiwa. Idul Fitri sebagai hari di mana seorang hamba merayakan kemenangan setelah kembali pada fitrah, kesucian, dan kebersihan jiwa dari noda-noda dosa setelah beribadah dan bartaubat secara intensif selama sebulan penuh. Hari kemenangan tersebut diperoleh setelah berjuang sekuat tenaga demi mengalahkan hawa nafsu selama sebulan penuh.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.”
(QS Al A’la: 14-15).

Taqabballahu minna wa minkum
(Semoga Allah menerima amalan-ku dan amalan-mu)
Selamat merayakan hari Raya 1 Syawal
Selamat Idul Fithri
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

By: RizkaAgandaFajrum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: