Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

Lebaran atau Liburan?

Posted on: Agustus 5, 2013


Lebaran ini ku minta membawaku ke kotanya. Tapi, sepertinya itu hanya mimpi belaka, karena sama sekali belum ada ajakan. Lantas, tak mungkin aku memaksa.
Harusnya lebaran ini bisa dinikmati dengan baik, berkumpul dengan keluarga, menanti sanak saudara datang ke rumah, dan sesekali jalan2 dengan mereka semua. Satu lagi, menanti kabar bahagia dari sahabat dan mengunjunginya ke sana untuk menyambut jiwa baru. Semuanya bisa saja terwujud, kecuali yang terakhir, ya.. hanya bisa terjadi jika ku lakukan sendiri.
Dan setelah di pikir ulang, ternyata ada lebih dari satu rencana yang kemungkinan besar tak kan pernah terwujud. Kecewa? Well, sedikit. Ya cuma sedikit.
Sampai akhirnya, dalam lamunan aku jadi berpikir, bagaimana kalo kali kedua aku mencoba berganti suasana. Lebaran tidak dengan orangtua di rumah. Kali pertama ku melakukannya bukan atas inginku, tapi memang keadaan yang menjadikan aku begitu, tak bisa berkumpul dengan keluarga, alhasil, sejak malam takbiran sampai lebaran kedua aku menangis dan lebih banyak mengurung diri di kamar. Ya, di kota metropolitan itu aku seperti ditinggal sendiri.
Dan lalu, kali ini, semuanya akan terjadi atas mauku. Jadi tak boleh menangis. Sedih? Ya sedikit sedih kurasa. Terlebih tak bisa melihat langsung wajah bahagia mereka, memeluk ataupun menyalami mereka satu persatu dengan bahagia. Ataupun merasakan nikmatnya ketupat bikinan Ibu, atau merasakan kue2 buatan Aci yang berhari2 belakangan sibuk dibuatnya. Atau merengek manja meminta jatah THR dengan semua orang yang ada d rumah ini dan semua orang yang datang. Dan menemani bocah2 kecil itu berkunjung ke beberapa rumah kerabat dekat beramai2 untuk ‘menambang’. Hhaha.. seru sekali ya nampaknya. Tapi, sepertinya lebaran kali ini aku tak bisa merasakan itu semua.
Lebaran kali ini ku anggap tak ada bedanya dengan liburan. Aku memilih pergi ke seberang Pulau sana, berlebaran dengan anggota keluarga lainnya. Setidaknya di sana tak ada kecewa beberapa hari setelah lebaran. Di sana, aku tak harus jadi penunggu orang yang belum tentu datang, tak harus menanti ajakan, dan tentunya tak harus merasa bosan, bukan?
So, jika begitu, tak harus sedih terhadap keputusan yang sudah dibuat.
Hidup itu Pilihan. Ya jadi pilihlah.
Akhirnya, selamat lebaran semua…
Selamat Lebaran Ibu, Ayah, Dedek, Rara, Amak, Kakek, Aci, dan kalian semuaaa..
Mohon maaf lahir dan bathin juga yaa..

And welcome to Kepri. ^^

By: RizkaAgandaFajrum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Being Mellow and Over-Romantic itu Bukan Kutukan.

demi Dzat yang jiwaku berada di genggamanNYA

AJIS PENA HITAM

Ada jawaban disetiap do'a "INSYA ALLAH"

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Just an ordinary blog site

Just another WordPress.com site

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Ismi Dina

Words of Mind and Heart

Sandurezu d'Syandrez

Just the words of my spirit and knowledge.

Mayya Mumtaz Maharani

Mayya's Personal Blog

fadhilaaini

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: